Tekan Angka DBD Puskesmas Jati Terapkan Program Gerbastik

Wednesday, February 05, 2020
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh UPT BLUD Puskesmas Jati, untuk menekan lonjakan angka DBD di wilayah kerja puskesmas setempat.
KUDUS - Puskesmas Jati bersama pihak Muspika setempat melakukan sosialisasi Gerakan Bebas Jentik (Gerbastik) dan Pemberantasan Sarang Nayamuk (PSN) kepada warga Desa Jati Kulon, Selasa (4/1). 

Kepala UPT BLUD Puskesmas Jati, Amad Muhammad mengatakan  sosialisasi tersebut untuk mencegah bertambahnya penderita penyakit  Demam Berdarah Dangue (DBD) khususnya di wilayah Kecamatan Jati.

Menurutnya, pada bulan Januari sampai dengan Maret merupakan waktu yang rentan terjadinya lonjakan kasus DBD. Untuk itu, pihaknya bersama Muspika gencar menggerakkan masyarakat untuk melakukan upaya pencegehan. 
.
"Kagiatan sosialisasi Gerbastik akan kita lakukan di 8 desa yang merupakan daerah-daerah endemis DBD di wilayah cakupan Puskesmas Jati," tuturnya.

Lebih lanjut Amad Muhamad menjelaskan, delapan desa itu adalah Desa Jati Kulon, Loram Kulon, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan dan Ploso. 

Dalam kegiatan sosialisasi Gerbastik itu, masyarakat diajak untuk rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk di bak mandi maupun tandon air yang ada di rumah.

Selain memberikan pemahaman dan sosialisasi pencegahan penyakit demam berdarah, petugas dari Puskesmas Jati juga melakukan pengcekan di bak penampungan air milik warga dan melakukan pengurasan jika ditemukan jentik jentik nyamuk. 

“Kita juga membagikan larvasida pada rumah-rumah yang memiliki bak mandi dengan ukuran jumbo. Ditambah juga dengan melakukan sosialisasi PSN melalui siaran keliling menggunakan ambulance,” ujar Amad.

Dari data yang dimiliki Puskesmas Jati menyebutkan,  sejak awal tahun 2020, telah ditemukan dua kasus DBD di wilayah kerjanya, satu kasus terjadi di Desa Jati Kulon, satu lainnya ditemukan di Desa Pasuruhan Kidul.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka DBD diawal tahun ini tergolong  masih rendah. Sementara pada tahun 2019, kasus DBD di cakupan wilayah Puskesmas Jati mencapai 74 kasus. (mia/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »