Satu Balon Kembalikan Berkas Pendaftaran

Thursday, February 06, 2020
SERAHKAN BERKAS PENDAFTARAN: Balon Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran yang diterima Ketua Pansel Manajer Persiku Kudus Sutrisno (kanan), di Kantor KONI Kudus.
KUDUS - Satu dari lima bakal calon (Balon) manajer Persiku Kudus yakni Ferdaus Ardyansyah Purnomo, telah mengembalikan berkas pendaftaran yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel) manajer Persiku Sutrisno di Kantor Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Kudus, Kamis (6/2) kemarin.

"Baru satu yang mengembalikan berkas pendaftaran. Empat orang lainnya yang sudah mengambil berkas belum mengembalikan,’’ ungkap Sutrisno usai penyerahan berkas pendaftaran Manajer Persiku Kudus di Kantor KONI Kudus kemarin.

Pihaknya mengatakan, batas akhir pengembalian berkas atau penutupan pendaftaran manajer Persiku akan dilakukan pada Sabtu pukul 12.00 WIB mendatang. Jika sampai penutupan tidak ada lagi yang mengembalikan, maka pansel manajer Persiku yang terdiri dari sembilan orang tetap akan mengumumkan hanya satu orang yang berani mendaftar pada Senin (10/2) mendatang.

"Proses selanjutnya adalah verifikasi administrasi oleh pansel yang terdiri dari Askab PSSI Kudus, KONI Kudus, Disdipora Kudus dan perwakilan dari suporter Persiku,’’ jelasnya.

Meski demikian Sutrisno masih berharap, semua balon yang sudah mengambil berkas pendaftaran bisa mengembalikan berkasnya sebelum batas akhir penutupan,’’Kami berharap yang lainnya juga mengembalikan berkas pendaftarannya. Kan masih ada sisa dua hari,’’ ujarnya.

Dia menuturkan, sebelumnya ada lima orang yang sudah mengambil berkas pendaftaran manajer Persiku Kudus yakni Mas'ud Kepala Desa Ploso Kecamatan Jati, Sunarto, Ferdaus Ardyansyah Purnomo, Christian Rahadiyanto Kades Tanjungrejo Kecamatan Kecamatan Jekulo dan Franky mantan pemain Persiku Kudus.

"Dari lima itu, yang sudah mengembalikan baru satu,’’ jelasnya lagi.

Sementara, Balon Manajer Persiku Kudus, Ferdaus Ardyansyah Purnomo kepada awak media menegaskan tidak akan menjadi Persiku sebagai ajang politik dan tempat mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Dia beralasan, niatnya menjadi manajer Persiku untuk memajukan tim kesebelasan Macan Muria itu.

"Saya sebagai putra daerah memiliki simpati dan empati terhadap olahraga sepakbola, yang kini menjadi ikon Kota Kudus,’’ ujarnya.

Ardy melanjutkan, jika nantinya terpilih menjadi manajer Persiku Kudus, pihaknya memiliki komitmen untuk meningkatkan citra dan prestasi Persiku di kancah sepak bola Indonesia. Selain itu, dia bertekad ingin menjadikan Persiku sebagai tim yang solid, maju, andal, respek dan terbaik (SMART).

"Saya yakin. Tapi keyakinan ini tergantung pada pansel karena proses pemilihannya melalui uji kompetensi. Saya hanya berharap, pansel harus bisa subyektif memilih manajer Persiku,’’ tandasnya.

Untuk membawa Persiku ke masa  kejayaan, Ardy menegaskan akan memaksimal potensi yang ada, mulai dari pelatih hingga pemain. Agar prestasinya lebih baik, pelatih dan pemain juga akan diberi pelatihan secara kesinambungan, dengan membuat program Persiku Akademi yang melibatkan stake holder dan organisasi sekolah sepak bola (SSB) di Kudus.
           
"Insan media juga akan kita libatkan demua kemajuan Persiku,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, sejak dibuka pada 30 Januari lalu hingga Rabu (5/2) kemarin, sudah ada lima orang yang telah mengambil berkas pendaftaran calon Manajer Persiku Kudus yang baru. Namun dari kelima bakal calon tersebut, belum ada satupun yang mengembalikan. Padahal waktu pendaftaran tersisa tiga hari, yakni Sabtu (8/2) mendatang.  

"Yang sudah mengambil berkas pendaftaran lima orang. Tapi sampai hari ini (Rabu kemarin) belum mengembalikan,’’ ungkapnya. (han)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »