Puluhan Bangunan Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Monday, February 10, 2020
PENDAPA KUDUS: Bangunan Pendapa Kudus menjadi salah satu bangunan yang akan diusulkan menjadi benda cagar budaya karena dinilai memiliki sejarah. 
KUDUS - Sebanyak 10 bangunan yang ada di Kabupaten Kudus  akan segera dilengkapi dokumen pendukungnya, sebelum diusulkan sebagai benda cagar budaya (BCB). Menyusul hasil pendataan ulang tercatat ada 166 benda baik yang sudah tercatat maupun belum tercatat sebagai benda cagar budaya.

"Untuk bisa mengusulkan suatu benda atau bangunan menjadi cagar budaya memang tidak mudah karena harus dilengkapi dengan dokumen pendukung. Termasuk narasi terkait benda berserajah tersebut,’’ kata Kasi Sejarah, Permuseuman dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus RR Lilik Ngesti W baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, penyusunan narasi tentang benda bersejarah tersebut juga harus mencari beberapa sumber yang dapat dipercaya sebagai perbandingan. Hal itu untuk memastikan bahwa bangunan tersebut benar tidaknya memiliki sejarah.

Selain itu, sambung Lilik, perlu mencari literatur tentang benda bersejarah, yang nantinya akan diusulkan menjadi benda cagar budaya. Adapun alasan menetapkan 10 bangunan bersejarah untuk diusulkan lebih dahulu sebagai cagar budaya karena menjadi skala prioritas.

"10 bangunan bersejarah itu, di antaranya kompleks Pendopo Kabupaten Kudus. Nantinya akan dilakukan empat kajian karena terdapat empat bagian yang memiliki deskripsi sendiri-sendiri,’’ jelasnya.

Selain pendapa kabupaten Kudus, lanjutnya, bangunan eks Sekolah Rakyat di kompleks pendopo kabupaten, Bangunan eks Kawedanan Cendono yang berlokasi di daerah Kota Kudus dan Desa Tenggeles. Selanjutnya, rumah bibit ternak di Kudus serta rumah adat joglo pencu yang merupakan rumah adat Kudus.

"Tim penyusun deskripsi untuk masing-masing bangunan bersejarah tersebut, nantinya akan dilakukan oleh Tim Pencatatan Benda Cagar Budaya,’’ ungkapnya.

Lilik menambahkan, setelah semua datanya lengkap, kemudian akan diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) guna dikaji dan diteliti lagi.

"Pengkajian dan penelitian ulang ini untuk memastikan, apakah BCB tersebut bisa masuk ke dalam daftar BCB tingkat kabupaten atau tingkat provinsi maupun nasional,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »