PT Semen Gresik Bangun Edupark

Sunday, February 23, 2020
MENGINSPIRASI: Bupati Abdul Hafidz bersama jajaran direksi PT Semen Gresik dan masyarakat mengunjungi kawasan Edupark yang terdapat berbagai macam budidaya ternak dan tumbuhan, akhir pekan lalu.

REMBANG - Wahana Edupark PT Semen Gresik yang merupakan bagian dari progam Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Terpadu (P4T), di Desa Kajar Kecamatan Gunem diresmikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Sabtu (22/2).

Bermacam budidaya hewan dan tumbuhan yang berdiri di lahan seluas 1,6 hektar ini diproyeksikan mampu menjadi kawasan percontohan yang menginspirasi warga di sekitar pabrik semen dalam hal ketahanan pangan dan ekonomi.

Peresmian Edupark bersamaan dengan event offroad Adventure Explore Rembang (AER) dalam rangka HUT PT Semen Gresik, dihadiri jajaran Forkompinda Rembang dan berbagai elemen masyarakat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Dirinya mengaku tertarik mengembangkan progam ini. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengajak BUMDes melihat langsung kegiatan Edupark.


"Ini luar biasa. Semisal contoh ayam arab dengan investasi Rp36 juta tapi bisa menghasilkan Rp3,6 juta per bulan. Ini secara bisnis akan menguntungkan," ujarnya.

Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi mengatakan Edupark merupakan bagian dari progam P4T PT Semen Gresik, sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat di sekitar pabrik.

“Progam Edupark ini multimanfaat. Hasil dari tanaman maupun hewan ternak yang dikelola bisa memenuhi konsumsi harian warga maupun untuk menambah PAD desa melalui BUMDes.” ujarnya.

Dia memaparkan, peternakan ayam arab dan burung puyuh di lokask bisa diambil telurnya. Sedangkan lele bisa dimanfaatkan dagingnya. Pisang dan pepaya dimaksimalkan buahnya.

Tak hanya itu, jamur, kangkung, sawi, terong hingga sereh dan tanaman hortikultura lainnya juga bisa dimanfaatkan. 

Di Edupark juga terdapat sapi dimanfaatkan dagingnya. Domba Morino selain daging juga bulunya bisa dimanfaatkan. Kedua hewan itu, termasuk ayam dan puyuh juga bisa dimaksimalkan kotorannya untuk pupuk, pakan ternak,  biogas dan bahkan energi listrik.

Jika dikonversi, hasil kotoran ternak itu setara 5000 watt. Sehingga cukup untuk kompor biogas dan sekaligus lampu penerangan rumah warga.

"Edupark ini multimanfaat karena warga bisa mandiri pangan dan energi, sekaligus berkontribusi mengangkat perekonomian warga maupun desa. Berdasar hitungan, hasil dari Edupark bisa mencapai Rp12,5 juta per bulan," kata Supriyadi.

Usai diresmikan, pengelolaan Edupark diserahkan PT Semen Gresik kepada BUMDes Kajar. Meski begitu, perusahaan pelat merah tersebut masih melakukan pendampingan.

Wawasan terkait progam Edupark akan ditularkan untuk warga desa lain sekitar perusahaan, baik wilayah Rembang maupun Blora. Diharapkan nanti progam multimanfaat tersebut juga bisa dirasakan manfaatnya oleh warga desa lainnya.

"Edupark ini memang diproyeksikan untuk transfer pengetahuan. Kita harapkan jadi percontohan. Nanti tiap desa sekitar perusahaan bisa memiliki satu produk unggulan yang berbeda satu dengan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kajar Sugiyanto mengatakan Edupark bermanfaat menggenjot kualitas SDM warganya. Progam ini menjadi sarana pembelajaran warga untuk memberi nilai tambah pada tanaman dan hewan ternak yang selama ini ada di sekitar mereka.

"Progam ini juga memacu BUMDes Kajar Mbangun Deso lebih kreatif memaksimalkan berbagai peluang. Hasil dari Edupark ini akan kita sinergikan dengan UMKM baik di Desa Kajar maupun desa lainnya agar perekonomian lebih terangkat," kata Sugiyanto.(sov/gus) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »