Perangkat Desa di Rembang Gelar Demo

Monday, February 17, 2020
UNJUK RASA :Aksi perangkat desa di Kabupaten Rembang dipicu diterbitkannya Perda oleh Pemkab setempar, tentang aturan masa kerja yang bertetangan dengan Peraturan Menteri.
REMBANG - Puluhan perangkat desa dari sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Kabupaten Rembang, Senin (17/2). Mereka menuntut tentang penerapan Perda yang dinilai tidak sesuai dengan Permendagri.
Selain melakukan unjuk rasa, para perangkat desa juga menggelar  istighosah bersama. Mereka membawa sejumlah atribut poster bertuliskan tuntutan tentang masa jabatan dan berorasi di pinggir jalur Pantura Rembang.
Koordinator aksi, Suminto yang merupakan Perangkat Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, menyebut Pemkab telah menerbitkan Perda nomor 9 tahun 2014 yang isinya ditengarai menganulir Undang-Undang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pemerintahan Desa.
“Pasal 118 ayat 5 jelas bahwa perangkat desa berstatus non pegawai negeri sipil tetap menjalankan masa tugasnya sampai selesai yakni 65 tahun. Namun yang terjadi Pasal tersebut dianulir dan tidak diimplementasikan, justru yang dipakai hanya yang genap 60 tahun,” terang Suminto kepada awak media di sela aksi.
Suminto menilai kebijakan yang diterapkan tersebut oleh pihak Pemerintah Kabupaten Rembang tidak sesuai dengan amanah Undang-Undang Desa dan Permendagri.
“Masalahnya itu adalah hak kami, kami menuntut  itu dijalankan, tidak kurang tidak lebih. Dan yang terpenting pula menegakkan amanat konstitusi dan undang-undang itu saja. Jelas kita meminta kepada DPRD untuk bisa memfasilitasi dengan pihak Eksekutif,” paparnya.
Salah satu Perangkat Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori, Parlan, mengaku saat ini ia telah berusia 59 tahun. Sedangkan pada SK yang pertama kali ia dapat saat pelantikan, tercantum masa tugas sampai 65 tahun.
"SK saya jelas tercantum 65 tahun, kalau kebijakan yang 60 tahun ini diterapkan, saya hanya akan menjabat lagi sekitar 1 tahun, setelah itu ya menganggur di rumah. Kami hanya menuntut hak kami saja agar dapat dijalankan sesuai dengan yang berlaku. Di Pati saja teman perangkat Desa itu sampai 65 tahun dan tetap mengacu pada SK awalnya, tapi posisi saya saat ini ya cukup terancam kan,” tandasnya. (sov/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »