Optimis Turunkan Kasus Stunting

Wednesday, February 05, 2020
TIMBANG BALITA: Proses timbang balita di Posyandu Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
KUDUS - Datangnya Bulan Timbang dan Bulan Vitamin A yang meramaikan posyandu di seluruh desa di Kota Kretek, menyelipkan harapan baru terkait peningkatan kesehatan bagi masyarakat. Utamanya, bagi bayi dan balita yang menjadi sasaran utama dua program kesehatan di Bulan Februari tersebut.

Di Kecamatan Jati, misalnya, jadwal posyandu untuk 8 desa wilayah kerjanya, telah menggencarkan Bulan Timbang dan Bulan Vitamin A sejak Selasa (4/2) kemarin. Setiap posyandu digilir untuk mendapatkan jatah, agar pemenuhan Vitamin A serta pemantauan kesehatan bayi dan balita dapat dilakukan dengan optimal.

“Seperti di Posyandu Kenanga, Desa Ploso kemarin (5 Februari, red) dapat jadwal Pagi. Kita mulai sekitar jam 9,” ujar Amad Mochammad selaku Kepala UPT BLUD Puskesmas Jati.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mentargetkan penurunan angka stunting di tahun 2020 sebesar 2 persen. Dari 8,09 persen di tahun 2019 menjadi 6,09 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Muslimah mengatakan angka kasus stunting di Kota Kretek di tahun 2018 mencapai 21,21 persen dari total balita yang ada di Kudus. Angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2019. Dimana Elektronik Pemanauan Pertumbuhan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) mencatat 8,09 persen dari 68 ribu anak di Kudus mengalami stunting.

"Ini berarti kan sudah turun jauh. Dari 21,21 persen menjadi 8,09 persen," katanya.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya untuk mengentaskan permasalahan gizi buruk di masyarakat. Terlebih setelah adanya komitmen konvergensi stunting yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Pihaknya optimis permasalahan stunting bisa segera ditangani dan angkanya bisa ditekan seminimal mungkin.

"Februari ini, kita akan lakukan kegiatan timbang serentak. Jadi seluruh balita di Kudus akan ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya. Lalu diberikan Vitamin A dosis tinggi dan dilakukan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuhan Kembang (SDIDTK) balita," ujarnya.

Dengan menekankan dari sisi kualitas hasil penimbangan dan pengukuran yang dilakukan. Pihaknya berharap data anak yang mengalami stunting di Kudus dapat diketahui secara pasti. Baik data diri maupun data alamat anak yang mengalami stuntin. (mia/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »