Modus Penggandaan Uang, Pasutri Ditangkap Polisi

Wednesday, February 19, 2020
BARANG BUKTI: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi menunjukkan barang bukti hasil penipuan modus penggandaan uang.
KUDUS - Satreskrim Polres Kudus berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan pasangan suami istri (Pasutri), yakni Muhammad Tohir (47) warga Kota Semarang dan istrinya Yuli Dhyas Putri (20) warga Kecamatan Bae Kudus.Sementara korbanya adalah Sudarmi (56) warga Desa Jati Kulon Kecamatan Jati,

Dalam kegiatan press rilist dengan sejumlah awak media, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi menjelaskan, kasus penipuan itu terjadi pada Minggu (9/2) sekira pukul 12.00 WIB, di rumah kost milik korban yang berada di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus.

Sebelum melakukan penipuan, awalnya korban sering curhat dengan Tohir (pelaku) terkait kondisi ekonomi keluarganya. Namun keluhan korban tersebut justru dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Untuk meyakinkan korban, Yuli yang berstatus istri siri Tohir menunjukkan video tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu di dalam kardus.

Setelah melihat video itu, korban merasa yakin jika pasutri itu bisa menggandakan uang. Kemudian korban langsung memberikan uang sebesar Rp 6 juta kepada pelaku untuk digandakan menjadi Rp 23 miliar.

Setelah menerima uang itu, pelaku langsung melancarkan aksi tipu-tipu dengan cara membungkus uang tersebut menggunakan kain mori warna hitam.

Setelah itu, pelaku memasukkan ke dalam kardus dan menutupinya kembali dengan kain mori warna hitam.

Agar lebih meyakinkan korban, pelaku menaburi bunga setaman diatas bungkusan itu. Selanjutnya kardus yang digunakan untuk menyimpan uang korban tersebut ditutupi lagi menggunakan kain mori warna putih.

‘’Setelah itu pelaku lalu memberikan bungkusan mori itu kepada korban, sembari berpesan  agar bungkusan itu tidak boleh dibuka selama 41 hari agar uangnya menjadi berlipat,’’ kata AKBP Catur.

Setelah selang beberapa hari, pelaku kembali meminta uang kepada korban dengan alasan untuk ritual lanjutan sebesar Rp 20 juta.Korbanpun kembali percaya dan memberikan uangnya pada pelaku. Setelah berhasil membawa uang korban dengan total Rp 47,608 juta, kedua pelaku lalu diam-daim  pindah kos tanpa sepengetahuan korban.

‘’Merasa curiga dan tertipu oleh kedua pelaku, korban melaporkan kejadian itu ke Polres Kudus,’’ paparnya.
           
AKBP Catur melanjutkan, setelah dilakukan penyelidikan, anggota Satreksrim Polres Kudus berhasil menyiduk pelaku bersama barang bukti berupa uang tunai sisa hasil penipuan itu sebesar Rp 4 juta. Barang bukti lainnya yakni 188 lembar bendel uang Bank Mandiri Kantor Cabang (KC) Kudus, satu lembar kain mori warna putih, dua lembar kain warna hitam dan empat kardus warna coklat.

‘’Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman 4 tahun penjara sesuai pasal 378 KUHP tentang tindak penipuan,’’ jelasnya.

Atas kejadian ini, Kapolres Kudus mengimbau, jika masih ada warga yang merasa tertipu dengan pelaku yang sama yakni Muhammad Tohir dan Yuli Dhyas Putri, segera melapor ke Polres Kudus.

’’Kalau dari keterangan pelaku baru sekali melakukan penipuan ini, tapi kita akan terus melakukan penyelidikan, siapa tahu masih ada korban lainya, ’’ imbuhnya.

Sementara Muhammad Tohir saat ditanyai awak media mengaku baru sekali melakukan aksi penipuan tersebut bersama istri keduanya itu.

Dia juga mengaku tidak bisa melakukan penggandaan uang. Saat melakukan penipuan itu, keduanya pun berbagi tugas. Tohir yang berpura-pura melakukan ritual dan istrinya yang merekam video.

Sedang auang hasil dari penipuan itu telah diberikan perabotan rumah tangga dan emas . (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »