Kunjungi Istambul, Gus Rojih Serap Aspirasi Pengelola Wisata

Wednesday, February 12, 2020
ASPIRASI:Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI Rojih Ubab Maimoen ke Desa Tambakbulusan, Kabupaten Demak dalam rangka menyerap aspirasi para pelaku desa wisata.
DEMAK - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rojih Ubab Maimoen, awal bulan Februari ini mengunjungi sejumlah wilayah di Kabupaten Demak untuk menyerap aspirasi dari masyarakat di Daerah Pemilihannya. 

Salah satu obyek kunjungan anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan tersebut, adalah Desa Wisata Tambakbulusan di Kecamatan Karangtengah. Desa yang berlokasi di pesisir pantai utara Demak tersebut baru-baru ini dikenal dengan obyek wisata Istana Tambakbulusan (Istambul).

Kawasan wisata tersebut dibangun di atas kawasan hutan mangrove oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tambakbulusan. Tercatat sejak diresmikan sekitar lima bulan lalu, sudah sebanyak 80 ribu lebih wisatawan lokal berkunjung ke Istambul dan juga Pantai Glagah Wangi yang menjadi obyek wisata andalan desa setempat. 

Gus Rojih, sapaan akrab cucu KH Maimoen Zubair tersebut, mengatakan, kunjungannya kali ini dalam rangka menyerap aspirasi terhadap BUMDes di Dapilnya. Pihaknya mengaku mengapresiasi ide kreatif warga memanfaatkan potensi wisata di Desa setempat.  

"Kedatangan kami di Desa Tambakbulusan ini untuk menyerap apa yang menjadi keinginan dari masyarakat, khususnya pengelolaan desa wisata sehingga potensi wisata yang ada bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,"ujarnya.

Kepala Desa Tambakbulusan, Habibullah, menuturkan, keberadaan Istambul yang dikelola oleh BUMDes setempat sangat terasa dampak positifnya bagi masyarakat. Sebab, hasil dari kunjungan wisata diperuntukkan untuk warga. Salah satunya, beasiswa pendidikan bagi warga ingin melanjutkan ke pesantren, atau mengambil jurusan sastra di perguruan tinggi. 

Dengan hadirnya Anggota DPR RI, dirinya dan masyarakat serta pengurus wisata mengaku sangat antusias. "Baru kali ini ada kegiatan seperti ini, kami senang bisa menyampaikan keinginan sebagai warga desa, dan didengar langsung oleh Gus rojih," ujarnya.

Pada sesi dialog,  pihak BUMDes sebagai pengelola obyek wisata mengusulkan kepada pemerintah agar membuat program edukasi, dalam wujud sekolah wisata. Sebagai pelaku wisata baru, pihak pengelola menyadari banyak hal yang harus diubah. Misalnya, cara menyambut wisatawan dengan baik dan ramah. (sov)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »