Komplotan Pembobol Rumah Kosong Diringkus

Friday, February 21, 2020
BARANG BUKTI: Kapolres Kudus AKPB Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto menunjukkan barang bukti plat nomor mobil milik pelaku, yang digunakan melakukan pencurian di rumah kosong.
KUDUS - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kudus berhasil membekuk komplotan pencuri spesialis rumah kosong, saat beraksi di komplek perumahan Muria Indah Blok D nomor 236 turut Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus pada 5 Februari lalu.

Saat dilakukan penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, berupa perhiasan yang telah dilebur senilai Rp 8 juta.

Tindak pidana pencurian itu diungkapkan Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi saat press rilis di halaman Mapolres Kudus beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Catur menjelaskan, penangkapan kedua pelaku yakni Pujiyono dan Sri Handono ketika salah satu anggota Polres Kudus melihat dua orang melompat pagar rumah yang sedang ditinggal pemiliknya pada  Rabu  (5/2) sekira pukul 15.30 WIB.

‘’Saat ditanya, pelaku mengaku saudara dari pemilik rumah tersebut. Kebetulan Polisi ini anggota kami yang tinggalnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP),’’ imbuhnya.

Saat akan ditangkap, lanjutnya, kedua pencuri yang belakangan diketahui residivis ini sempat melawan. Satu diantaranya berhasil dilumpuhkan, dan pelaku lainnya diamankan oleh warga setempat. Saat beraksi pelaku mengendarai mobil merek Honda CRV dengan plat nomor B 2398 SBC.

Lebih lanjut, setelah dilakukan penyidikan, dua pelaku pernah dilaporkan korban lain. Kemudian ditemukan fakta, bahwa kendaraan yang digunakan beraksi sering berganti plat nomor agar tidak ketahuan. Hal itu diungkapkan pelaku kepada penyidik Sat Reskrim Polres Kudus.

‘’Kedua pelaku mengakui perbuatannya kepada penyidik , telah melakukan pencurian di rumah kosong,’’ paparnya.

Catur menambahkan, selain barang bukti emas yang telah dilebur, di dalam mobil pelaku juga ditemukan sejumlah alat untuk membobol rumah seperti tang catut dan kunci  L yang telah dimodifikasi.

‘’Atas perbuatannya itu, kedua pelaku terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara, sesuai pasal 363 KUHP,’’ jelasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »