Kisah Munawar, Pengrajin Jok Asal Desa Geritan

Thursday, February 13, 2020
SAMBAGI WARGA: Kepala Desa Geritan, Subiyantoro berbincang dengan pengusaha jok sukses dari desa tersebut.
PATI – Sudah sejak  36 lalu, Munawar berkecimpung didunia Jok. Awal karirnya sebagai pengrajin jok dimulai sejak tahun 1986 silam. Pada saat itu dirinya memutuskan bekerja di Jakarta. Saat merantau di Ibu Kota, berbagai macam pekerjaan pun dijalaninya.

Seiring berjalannya waktu, dirinya baru menemukan pekerjaan yang cocok. Yakni menjadi pengrajin jok. Lalu dirinya pun memutuskan untuk bergabung di perusahaan yang membidangi keahliannya tersebut.

“awalnya dulu ya menjadi tukang biasa, tapi disana saya terus meningkatkan keahlian saya. Mulai dari belajar menjahit hingga membuat pola. Dan lama kelamaan saya kemudian diangkat jadi kepala tukang,” kenangnya.

Pada tahun 1996, pada saat itu ada gejolak di Jakarta yang mana juga berimbas pada perusahaannya. Kemudian dirinya memutuskan untuk pindah ke perusahaan asing yang khusus menggarap jok kulit.

“diperusahaan asing, saya menggarap jok kulit yang mana dulu harganya satu set sofa bisa mencapai 40an juta rupiah,” katanya.

Setelah itu ada panggilan untuk bekerja di Kabupaten Kudus. Disana dirinya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan sofa atau kursi yang khusus barang mewah.

“Saya disana selama 14 tahun, kemudian saya juga pernah ke Papua. Tapi baru 4 bulan, saya di hubungi teman-teman di desa meminta saya untuk pulang. Agara membuka usaha di Desa,” ungkapnya.

Setelah pulang, lanjutnya dirinya memutuskan untuk membuka bengkel kerajinan jok sendiri. Berbekal pengalaman dan jaringannya tersebut, usaha yang dirintisnya kini pun kian ramai orderan.

“Disini ya lumayan, banyak orderan yang masuk. Bahkan saya pernah mendapat kerjaan yang mana barangnya itu akan di eksport keluar negeri,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga pernah mendapatkan pesanan membuat kursi pesawat. Bahkan kursi bupati Pati dirinya juga pernah menservicenya.

“Alhamdulillah pesanan nggak pernah putus, entah dari rekan-rekan dari luar daerah maupun dari Pati sendiri juga banyak yang ikut membantu memasarkan. Bahkan Bapak Kepala Desa juga ikut mendukung usaha saya ini,” pungkasnya. (mel/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »