Kaplok Murid, Guru di Rembang Dilaporkan Polisi

Sunday, February 23, 2020
ilustrasi foto internet


REMBANG-Seorang pelajar putri di Kabupaten Rembang diduga menjadi korban kekerasan di sekolah, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Atas insiden tersebut, pihak korban melapor kepada pihak kepolisian.

Dugaan kekerasan yang dilakukan guru kepada muridnya itu terjadi di salah satu Madrasah di wilayah Kecamatan Sluke, Rembang.

Korban merupakan warga Rembang, salah seorang siswi di Madrasah tersebut. Sementara terduga terlapor adalah AK yang juga merupakan warga Rembang.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito membenarkan adanya laporan tersebut. Untuk melakukan penanganan atas kasus tersebut, pihak kepolisian telah memanggil tujuh orang saksi untuk dimintai keterangan.

Para saksi merupakan sejumlah rekan ataupun tenaga pengajar di lingkup lokasi kejadian.

Saat ini pihak polisi memberlakukan wajib lapor kepada terduga, karena masih dalam serangkaian proses penyidikan di Satreskrim Polres Rembang.

"Sudah ada 7 orang saksi yang kami periksa. Kami cukup hati-hati dengan kasus ini, karena berkaitan dengan anak dibawah umur. Kami juga memikirkan tentang kondisi psikologis siswi," terang Bambang.

Bambang menjelaskan berdasarkan berkas pelaporan, korban mengaku ditampol oleh terduga terlapor di dalam ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

" Saat terlapor sedang mengajar ada siswi yang terlambat datang. Setelah ditegur namun kurang diindahkan. Kemudian si siswi disuruh maju ke depan kelas. Saat siswi tersebut hendak kembali, terduga terlapor ini bukan memukul ya, tapi hanya menamplek ya bahasanya. Dan kena tubuhnya," kata AKP Bambang .(sov/gus) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »