Kampus Undip Rembang Siap Tampung Ribuan Mahasiswa

Friday, February 07, 2020
HIBAH: Fasilitas gedung kampus berlantai tiga di sebelah utara Gedung Olahraga (GOR) Rembang dapat segera digunakan untuk kegiatan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP).
REMBANG - Didirikannya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang memberi harapan untuk kemajuan di Kabupaten Rembang. Demikian disampaikan Rektor Yos Yohan pada peresmian fasilitas kampus yang terletak di utara GOR Rembang turut Desa Turusgede Kecamatan Rembang kota, Kamis (6/2).

Gedung perkuliahan berlantai tiga, berisi delapan ruang kelas, yang berdiri di atas tanah 15 hektar tersebut terealisasi berkat hibah dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Diresmikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Rektor UNDIP, Yos Yohan, dan disaksikan oleh jajaran UNDIP, Forkompimda, mahasiswa PSDKU serta ratusan pelajar SMA.

Rektor Yos Yohan mengapresiasi kebijakan Bupati yang menghibahkan aset Pemda untuk fasilitas kampus. Dari 8 kelas yang tersedia, nantinya bisa dimanfaatkan untuk 32 kelas perkuliahan, sedangkan dalam satu kelas dapat digunakam untuk 4 shift perkuliahan.

Yohan mengatakan, dari segi pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM), UNDIP merupakan salah satu Universitas di Indonesia yang bertaraf Internasional. Sedangkan lulusannya menjadi salah satu yang tercepat diserap di dunia kerja.

Ia meyakinkan bahwa kebijakan yang diambil Bupati akan memberikan keuntungan besar bagi kemajuan wilayah setempat, bahkan disebut pintu utama untuk meroketnya Kabupaten Rembang, misalnya di bidang ekonomi. 

"Satu program studi ada 50 orang, jika lulus 4 tahun berarti kan 200 orang, dalam setahun nantinya ada 200 orang kemudian kalikan 10 prodi 2000 orang. Mereka ngekost sajalah Rp. 1 jutaan itu udah berapa ? Rp. 2 milyar per bulan kalikan setahun Rp. 24 milyar, itu baru tidurnya, belum makannya, diperkirakan arus transportasi juga akan meningkat, lima tahun lagi," jelasnya. 

Sementara ini, mahasiswa PSDKU UNDIP melaksanakan kegiatan perkuliahan di gedung bekas kantor Inspektorat Kabupaten Rembang di jalan Kartini. Pada Februari ini jika segala perlengkapan atau kebutuhan di dalam kampus seperti ATK (Alat Tulis Kantor) siap, maka perkuliahan bisa dipindah di gedung baru.

Bupati Rembang Abdul Hafidz kembali mengungkapkan, hibah kepada Undip didasari banyaknya potensi di Rembang, namun belum bisa maju. Salah satunya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu selain meluncurkan beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi, pihaknya juga menggandeng pihak Kampus agar berdiri di Rembang.

"Apalagi rencana ada 10 prodi yang akan dibuka di PSDKU UNDIP disini maka akan membawa dampak ekonomi yang luar biasa. Sebelum dibangun gedung PSDKU UNDIP inipun sudah terlihat dampak ekonominya, seperti tanah yang awalnya bernilai ratusan ribu sekarang naik jutaan, apalagi kalau 5 tahun mendatang dengan jumlah mahasiswa lebih dari 4000 orang," ujarnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kragan, Juhartutik, mengaku menyambut baik adanya PSDKU UNDIP di Rembang. Menurutnya dapat menekan pengeluaran mahasiswa jika dibanding kuliah di luar kota.

"Saya menyambut baik adanya UNDIP di rembang ini, karena secara finansial dapat meringankan beban anak- anak. Satu biasa kos, biaya makan, otomatis tinggal kuliah saja, di kragan sendiri baru 20 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi salah satu faktornya karena biaya," tuturnya.

Kepala Desa Turusgede, Sutarji yakin adanya UNDIP di Rembang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat termasuk warga sekitar. Usaha- usaha akan tumbuh nantinya dan bisa ditangkap oleh warga Turusgede, seperti kos- kosan, warung makan dan termasuk laundry. 

"Saya juga berharap karyawan yang non skill bisa diprioritaskan warga kami, seperti kantin dan parkiran. Termasuk pengelolaan sampah juga harus diperhatikan, karena kami juga ada bank sampah," pungkasnya. (sov/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »