Hari ke-3 Pendaftaran Sensus Penduduk Online, 3.108 Warga Pati Sudah Masuk Data

Tuesday, February 18, 2020
PATI - Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati menunjukan hingga,  Selasa (18/2) kemarin, sudah ada 986 dari 483.853 Kepala Keluarga (KK) yang sudah melakukan sensus penduduk dengan sistem online.

Kepala Badan Pusat Statiatik (BPS) Kabupaten Pati, Anang Sarwoto mengatakan, dari 986 KK tersebut setidaknya sudah ada 3.108 penduduk yang terdata. Meski terbilang kecil, namun jumlah tersebut cukup menggembirakan mengingat sensus baru dibuka tiga hari.

“Kalau sampai berakhirnya sensus penduduk online ini, kami yakin jumlah KK yang masuk di pengisian online akan lebih banyak,” katanya, Selasa (18/2).

Ia menjelaskan, saat ini sensus penduduk online memang menjadi salah satu cara untuk memudahkan pendataan penduduk. Meski begitu, ia mengakui sistem online tak akan bisa mencakup 100 persen penduduk di Pati. Karenanya, BPS akan tetap melakukan sensus secara offline untuk menutup kekurangannya.

Dalam sistem offline ini, petugas BPS akan mendata dari rumah ke rumah yang belum melakukan sensus. Kendati begitu, petugas juga berkewajiban melakukan validasi ulang terhadap warga yang melakukan sensus secara online namun ada yang kekurangan.

”Jadi mislanya ada data yang tidak sesuai, baik itu karena sistem ataupun kesalahan, petugas kami akan melakukan verifikasi ulang ke yang bersangkutan. Meakipun sistemnya online, kami tetap melakukan akurasi data yang diinput supaya benar-benar valid,” terangnya.

Ia menyebutkan, sensus penduduk online ini digelar selama kurang lebih 1,5 bulan. Mulai pada 15 Februari 2020 dan berakhir pada 31 Maret 2020. Hanya, ia mengakui, untuk sensus online ini banyak masyarakat yang belum tahu. Karena itu, pihaknya pun aktif melakukan sosialisasi di 21 kecamatan secara bertahap.

”Untuk sasarannya sendiri, lebih kepada warga pengguna gawai. Terutama bagi mereka yang sibuk kerja,” terang Anang.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat juga proaktif untuk mengisi data online tersebut. Sebab, data itu nantinya akan digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »