Bantaran Sungai Pendo Butuh Talud

Wednesday, February 05, 2020
CEK LOKASI: Ketua DPRD Kudus Masan didampingi Staf Dinas PUPR Kudus Yasin dan Camat Mejobo Aan Fitriyanto meninjau bantaran Sungai Pendo.
KUDUS - Bantaran Sungai Pendo yang berada di perbatasan Desa Jepang dan Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo Kudus mendesak untuk segera ditalud karena kondisinya memprihatinkan. Hal itu dikarenakan sedimentasi bantaran kali itu semakin parah dan berpotensi mengakibatkan banjir.

Kondisi itu terungkap saat Ketua DPRD Kudus Masan melakukan inpeksi mendadak (Sidak) didampingi Camat Mejobo Aan Fitriyanto dan staf Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Yasin, Selasa (4/2) kemarin.

‘’Saya mendapat keluhan dari masyarakat terkait bantaran Sungai Pendo. Saat dicek langsung, kondisinya memang memprihatinkan,’’ jelas Masan.

Menurutnya, bantaran Kali Pendo butuh penanganan segera. Sebab, sungai yang membelah ruas jalan raya Mejobo Kudus itu, menjadi akses utama bagi masyarakat Mejobo dan sekitarnya.
           
Dengan demikian, kata Masan, selain melakukan normalisasi sungai, pembuatan talud juga akan bermanfaat. Melihat kondisi bantaran sungai saat ini dipenuhi semak belukar, dan pinggiran kali banyak yang longsor sehingga aliran sungai semakin dangkal.      

‘’Talud itu nantinya juga bermanfaat untuk membuka akses jalan ke sekolah MTs N 2 Kudus,’’ imbuhnya.  

Terkait anggaran, Masan mengaku akan segera berkoordinasi dengan

Dinas PUPR Kudus. Dia berharap, pembuatan talud ini bisa terealisasi melalui APBD Perubahan 2020 atau APBD murni 2021.

’’Yang jelas, jika bermanfaat untuk masyarakat, saya akan berusaha memperjuangkan,’’ tegasnya.

Sementara, staf Dinas PUPR Kudus, Yasin mengatakan, pembuatan talud Kali Pendo memang akan sangat bermanfaat mengendalikan banjir. Selain itu, talud dapat mempermudah proses perawatan bantaran kali guna mencegah terjadinya sedimentasi berlebihan.

‘’Saat ini longsoran tanah di pinggir sungai sudah masuk ke dasar sungai,’’ ujarnya.

Adapun kebutuhan anggaran, Yasin memaparkan, untuk pembuatan talud sisi kanan dan sisi kiri di sepanjang Sungai Pendo itu sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar. Sedang panjang talud yakni 100 meter, mulai dari utara sampai selatan jembatan ruas jalan Mejobo.

‘’Talud itu juga bisa difungsikan akses jalan masuk sekolah MTs N 2 Kudus,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »