ASN Diminta Sosialisasikan Sensus Penduduk Online

Tuesday, February 18, 2020
SOSIALISASI: BPS Kudus menggelar sosialisasi program Sensus Penduduk secara online di Command Center Pemkab Kudus.
KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus mendukung kegiatan sensus penduduk secara online, yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun upaya yang dilakukan untuk mensukseskan program tersebut, yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.  

‘’Sensus penduduk secara online ini yang pertama di lakukan di Indonesia. Kami harapkan, semua elemen dapat berperan aktif mensukseskan program ini,’’ ujar Hartopo di Command Center Pemkab Kudus, Senin (17/2) kemarin.   

Pihaknya menjelaskan, dalam sensus penduduk online ini, Pemkab Kudus ditargetkan dapat mengubah 27 persen data kependudukan yang dimiliki. Dengan tengat waktu selama satu setengah bulan, terhitung sejak 15 Febuari sampai dengan 31 Maret 2020 mendatang.

Untuk itu, Hartopo meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan ASN di lingkungan Pemkab Kudus dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait sensus penduduk online tersebut. Selain itu, ASN juga dapat menyebarkan informasi itu secara masif di akun sosial medianya sendiri seperti facebook dan whatsapp.

‘’Program ini harus segera kita sosialisasikan agar bisa tercapai,’’ imbuhnya.

Sementara Kepala BPS Kudus, Rachmadi Agus Santosa mengungkapkan, tahun ini BPS melakukan sensus penduduk dengan metode kombinasi. Seperti melakukan sensus penduduk online yang dilakukan pada 15 Febuari - 31 Maret. Kemudian bagi penduduk yang tidak sempat mengikuti sensus penduduk online, bisa mengikuti sensus penduduk wawanacara yang akan dilakukan pada bulan Juli 2020.

‘’Diharapkan semuanya akan tersensus dan tidak ada yang terlewati,’’ tandasnya.

Dia menjelaskan, sensus penduduk online ini dapat diakses oleh masyarakat di halaman website sensus.bps.go.id. Dari satu smartphone, masyarakat dapat memperbarui data seluruh anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK). Sedang syarat untuk memperbarui data itu sangat mudah karena hanya membawa fotokopi KK, surat nikah atau cerai dan surat kematian.

‘’Kami ingin mendapatkan data penduduk dejure menurut KTP dan defacto menurut tempat tinggal,’’ ungkapnya.

Rachmadi mengimbau, masyarakat Kudus yang mendaftar di laman website BPS diminta untuk menggunakan password yang mudah. Sebab jika lupa kata kuncinya, masyarakat tidak bisa mengganti data kependudukannya lagi.

‘’Masyarakat hanya diberi kesempat mengganti dua kali ganti password. Jadi hati-hati dalam membuat password,’’ pesannya. (han)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »