Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Bangun 16 Pasar Tradisional

Thursday, February 06, 2020
PASAR KLIWON KUDUS: Bangunan Pasar Kliwon Kudus yang akan direvitalisasi tahun ini dengan anggaran Rp 684 Juta.
KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bakal merevitalisasi sebanyak 16 pasar tradisonal di Kabupaten Kudus tahun ini. Adapun anggaran yang disediakan untuk renovasi itu sebesar 3,828 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.  

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti saat rapat koordinasi bersama anggota Komisi B DPRD Kudus di ruang rapat Komisi B Gedung DPRD Kudus, Selasa (4/2) kemarin. 

Selain melakukan perbaikan pasar tradisional, katanya, juga akan melaksanakan kegiatan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di Kantor Dinas Perdagangan setempat dan sebagian di pasar tradisional.

‘’Untuk pemasangan CCTV ini, kami anggarkan sebesar Rp 185 juta,’’ jelasnya.

Dia menjelaskan, revitalisasi pasar tradisional itu masing-masing sudah dianggarkan sesuai kebutuhan dan tidak semua berupa rehab bangunan pasar. Seperti revitalisasi Pasar Kalirejo Kecamatan Undaan berupa rehab musala dengan anggaran Rp 180 juta. Sedangkan di Pasar Karangbener rehab kamar mandi dan WC, serta pembanguna los atau kios.

Kemudian di Pasar Besito Kecamatan Gebog, lanjutnya, rehab yang dilaksanakan adalah betonisasi jalan, pembuatan kanopi dan pintu pasar bagian belakang dengan anggaran Rp 180 juta. Selanjutnya di Pasar Mijen, kegiatan yang dilakukan revitalisasi los ikan dan pintu pasar anggaran Rp 180 juta. Anggaran yang sama juga disediakan untuk rehab los ikan di Pasar Wates Kecamatan Undaan.

"Sedang revitalisasi Pasar Burung yaitu perbaikan pagar bagian selatan, landasan container dan akses jalan menuju musala di pasar setempat,’’ paparnya.

Tahun ini, lanjut Sudiharti, juga akan melaksanakan revitalisasi di Pasar Karangampel dengan anggaran RP 180 juta, yang digunakan untuk rehab kantor pengelola dan landasan container.

Kegiatan yang sama, katanya, juga dilakukan di Pasar Ngablak yakni rehab keramik jalan dan pengecatan dengan anggaran Rp 180 juta. Kemudian di Pasar Sidorekso berupa rehab pintu, plafon musala dan pagar pasar bagian selatan dengan dana Rp 180 juta.

"Kami juga akan melakukan revitalisasai Pasar Piji dengan anggaran Rp 180 juta. Namun untuk rencana kegiatannya, tidak ada di Rencana Kerja Perangkat Daerah,’’ tuturnya.

Pada 2020 ini, Sudiharti mengaku juga akan melakukan revitalisasi di Pasar Jurang yaitu rehab los dengan anggaran Rp 134 juta dan Pasar Prapat Mejobo rehab pagar dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) sebesar Rp 180 juta.

Sedang revitalisasi keramik dan los ikan di Pasar Jember memakan anggaran sebesar Rp 400 juta, perbaikan aspal jalan dan keramik lantai dua Pasar Bitingan Rp 450 juta, rehab pintu dan jalan sebelah timur Pasar Kliwon sebesar Rp 684 juta. Revitalisasi Pasar Jekulo yakni perbaikan saluran air, beton jalan dan landasan container dengan anggaran Rp 180.

"Dengan demikian, revitalisasi pasar tradisional di Kudus 2020 menghabiskan anggaran sebesar Rp 4.013. Itu termasuk biaya pemasangan CCTV,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »