22.000 Ton Beras Menumpuk di Gudang Bulog Pati

Friday, February 07, 2020
STOK: Beras menumpuk di gudang 201 Bulog Pati.
PATI - Sebanyak 22.000 ton beras menumpuk di gudang Bulog SubDivre Pati. Beras yang belum tersalurkan tersebut, merupakan hasil serapan pengadaan tahun 2019 lalu. 

Keterangan yang dihimpun menyebutkan,  sala hsatu penyebab menumpuknya beras, karena pemerintah melalui Kementrian Sosial tidak lagi melibatkan Perum Bulog dalam program penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

Untuk mengatasi menumpuknya beras,  para mitra kerja Bulog seharusnya ikut membantu Bulog SubDivre Pati. Yakni dengan cara membeli beras. Seperti yang dilakukan UD Ega Jaya menyatakan akan membantu Bulog SubDivre Pati. 

"Kami sudah ambil 600 ton. Rencananya, kami mau beli 2500 ton" ucap pimpinan UD Ega Jaya, Sudi Rustanto, Rabu (5/2).

Dengan adanya partisipasi mitra kerja, akan sangat membantu pihak Bulog. Karena ada pengurangan penumpukan beras. Sehingga  ada speace untuk menampung beras hasil panen MT I.

Sebelumnya, petugas Bulog SubDivre Pati sudah melakukan penjualan beras secara langsung ke berbagai pihak. Namun usaha tersebut, tidak bisa maksimal. Karena saat ini masuk musim panen padi, hasil dari Musim Tanam (MT) I.

Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Yonas Haryadi Kurniawan ketika dikonfirmasi, mengaku  berupaya keras menjaga kualitas beras yang ada di gudang, supaya tidak rusak. "Sehingga kalau ada pihak yang membutuhkan beras, tidak merasa kecewa" ujarnya.

Yonas Haryadi Kurniawan menambahkan,  belum mengetahui apakah pada musim panen raya MT I ini, apakah Bulog masih harus melakukan pembelian gabah petani atau tidak. "Kami masih menunggu kebijakan pemerintah pusat" ujarnya. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »