Kepincut Alat Deteksi Banjir Milik BPBD Bekasi. Dewan : Pemkab Pati Juga Harus Punya

Friday, January 17, 2020
KUNKER : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto didampingi Ketua Komisi D Wisnu Wijayanto saat melakukan kunjungan ke BPBD Kota Bekasi, Kamis (9/1).



PATI – Bencana banjir kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pati terutama saat memasuki musim hujan, tidak hanya daerah pedesaan saja, namun banjir juga kerab terjadi di wilayah perkotaan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu penanganan yang serius dari pihak pemerintah kabupaten dan dinas terkait. Sebagai upaya untuk penanganan banjir, Komisi D DPRD Kabupaten Pati bersama sejumlah perwakilan OPD trekait melakukan kunjungan ke Kantor BPBD Kota Bekasi, belum lama ini.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Wisnu Wijayanto mengatakan, Kunjungan itu untuk belajar secara langsung bagaiamana cara penanganan becana khusunya banjir dengan pihak BPBD Kota Bekasi.

Menurut Wisnu, penanganan bencana banjir  di Kota Bekasi sudah sangat modren karena telah memakai alat canggih yang bisa mendeteksi  kapan akan terjadi banjir. Alat pendeteksi banjir itu akan memberikan informasi jika terjadi peningkatan volume air yang berpotensi banjir.

“ Jadi alat ini dipasang di bagian hulu sungai , jika terjadi peningkatan voleme aliran sungai, alat ini akan mengirimkan informasi.  Jadi jika berpotensi banjir maka petugas BPBD akan bersiap dan memberikan informasi ke warga agar waspada,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu, harusnya di Kabupaten Pati juga memiliki alat deteksi tersebut, mengingat musibah banjir sering terjadi. Lebih lanjut Politisi dari Partai Gerindra itu mengatakan untuk satu set peralatan pendeteksi banjir itu harganya dikisaran Rp. 300 juta.

“ Dari hasil kunjungan ini nanti kita akan membuat laporan, termasuk menyampaikan kepada Bupati  atau Pemkab Pati untuk membeli alat pendeteksi tersebut, agar bisa dipasang disejumlah lokasi yang rawan terjadinya banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Pati mengatakan, selain harus memiliki alat pendeteksi banjir,  juga perlu adanya pembangunan talut di bibir sungai atau tanggul yang rawan jebol, mengingat musibah banjir yang terjadi kebanyakan karena tanggul sungai jebol saat tidak mampu menahan derasnya aliran sungai.

“ Sebagai langkah awal, harus ada pendataan dimana saja lokasi tanggul yang rawan jebol,  agar nanti  bisa diperkuat atau dibangun talut, supaya saat volume air sungai meningkat karena air hujan bisa kuat tidak mudah jebol,” kata Joni,

Joni yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat itu,  mengatakan pihaknya dan pihak Eksekutif akan menganggarkan biaya untuk perbaikan tanggul dan pembuatan talud  saat pembahasan APBD Perubahan di pertengahan tahun nanti. Selain anggaran perbaikan tanggul, dibutuhkan juga anggran untuk upaya tanggap bencana termasuk pengadaan alat pendeteksi banjir.

“ Kalau dalam pembahasan nanti disetujui, maka kita akan membeli beberapa alat pendekteksi banjir, karena alat itu berfunsgsi membantu memberikan informasi secara dini untuk tanggap bencana banjir,” tutup Joni. (gus)     

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »