UMKM Didorong Manfaatkan Aplikasi Online

Thursday, December 26, 2019
MATERI: Kepala Desa Pasuruhan Warsito saat memberikan materi kepada pelaku UMKM.
PATI - Munculnya persoalan pemasaran di kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cepat direspon oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Setelah mengembangkan aplikasi online, mereka pun membekali para pelaku UMKM untuk memanfaatkan tekhnologi tersebut.

Kegiatan itu seperti yang dilakukan di Kantor Kecamatan Kayen belum lama ini.Balai Besar Peningkatan Produktivitas Kemenaker mengundang ratusan pelaku UMKM untuk diperkenalkan dengan aplikasi Prodin atau singkatan dari Produk Indonesia. Dua orang instruktur dari balai besar yakni Lilik Sumarli dan Fadilla turut dihadirkan untuk memberikan pendampingan secara langsung.

Lilik Sumarli salah seorang instruktur balai besar peningkatan produktivitas mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan lantaran banyaknya pelaku UMKM yang mengaku kesulitan untuk memasarkan produk atau barangnya.

“Oleh karena itulah dibuat aplikasi ini. Diharapkan dapat menjadi wadah pemasaran bersama seluruh produk UMKM yang ada di Indonesia ini. Tahun ini sendiri kami menargetkan 10 kabupaten. Seperti Pati, Sukabumi, Kulonprogo, Blitar, Subang, Bandung, Wonosobo, dan Indramayu,”terangnya.

Konsep aplikasi itu sendiri diakuinya serupa toko online. Namun dipastikan lebih lengkap dan berasal dari para pelaku UMKM. Aplikasi itupun telah berjalan dan ditargetkan tahun ini ada sekitar 10 ribu UMKM yang bergabung.

“Di tahun 2020 mendatang kami juga akan melihat. Karena dari aplikasi tersebut nantinya juga ada data yang lengkap. Kami akan lihat sudah sejauh mana mulai modal, keuangan, jenis produknya seperti apa. Bila masih terkendala di pemasaran nantinya akan dibimbing sehingga produknya bisa diterima di pasaran,”tambahnya.

Sementara itu Warsito, Kepala Desa Pasuruhan, yang juga ketua panitia penyelenggara menyambut baik langkah yang dilakukan balai besar peningkatan produktivitas Kemenaker tersebut. Pasalnya sebagian besar pelaku UMKM memang diketahui banyak yang stagnan atau sulit berkembang. Salah satunya lantaran persoalan pemasaran.

“Kalau aplikasi online yang dikelola pemerintah tentu kami memiliki harapan besar. Apalagi potensi UMKM di Pati sangat kaya. Terutama produk kopi, makanan ringan, maupun yang lain,”tambahnya.

Bahkan dikatakannya dengan teregister di Kemenaker dikatakannya peluang untuk ekspor pun terbuka. Balai Besar Peningkatan Produktivitas pun mengundang calon buyer dari luar negeri. Sehingga bisa diketahui produk apa yang diinginkan dari pasar luar negeri.

“Tak hanya untuk aplikasi online saja nantinya pelaku UMKM juga akan dibantu terkait persoalannya. Kalau pemasaran sekarang ini ada aplikasi online, untuk perijinan nantinya juga akan dibantu kepengurusan, sedangkan untuk permodalan akan diarahkan ke bank,”tambahnya. (lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »