Mejobo dan Undaan Rawan Puting Beliung

Sunday, November 10, 2019
DANGKAL: Kondisi Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong saat ini tengah mengalami pendangkalan.
KUDUS - Wilayah Kecamatan Undaan dan Mejobo, Kabupaten Kudus disebut merupakan daerah yang rawan terjadi bencana puting beliung pada musim pancaroba seperti sekarang. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudusu Bergas Catursasi Penanggungan baru-baru ini. 

Menurutnya, setiap kali musim pancaroba dan muncul angin puting beliung, selalu menyasar dua wilayah tersebut dengan intensitas cukup sering. Sehingga pihaknya menyarankan kepada masyarakat, perlu dilakukan penguatan pada bangunan rumah yang saat ini masih berbentuk semi permanen.

‘’Diperkirakan pada musim pancaroba seperti saat ini, angin kencang bisa datang sewaktu-waktu,’’ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bergad, pada puncak musim hujan yang diperkirakan pada awal Januari mendatang, juga diperkirakan akan datang kembali angin kencang yang menyasar bangunan semi permanen. Penguatan itu bisa dengan penambalan genteng atau penguatan atap untuk kerusakaan saat ada puting beliung.

Pihaknya juga menyarankan untuk melakukan perimbasan pohon sebagai salah satu alternatif pencegahan terjadinya puting beliung. Untuk perimbasan di sepanjang jalan pantura, BPBD Kudus pun sudah berkoordinasi dengan  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus.

‘’Kami terus berkoordinsi dengan Dinas PKPLH untuk perimbasan pohon di sepanjang Jalan Pantura,’’ katanya.

Sedangkan prediksi musim hujan, Bergas menambahkan jika pada tahu ini, intensitas hujan di Kota Kretek diperkirakan berada dalam fase normal."Artinya Kota Kudus diprediksi tidak memiliki curah hujan yang tinggi maupun ekstrem," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Agung Karyanto mengaku sudah melakukan persiapan dan melakukan berbagai upaya untuk menghadapi musim penghujan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu perimbasan pohon yang dilihat sudah tua dan berpotensi ambruk jika diterpa angin kencang dibarengi hujan.

‘’Perimbasan pohon sudah kami lakukan, utamanya di jalan protokol dan berdekatan dengan fasilitas umum seperti Jalan Pemuda dan seputaran GOR Kudus,’’ ucapnya.

Selain itu, katanya, sejumlah tenaga kebersihan pun telah disiapkan. Tenaga kebersihan itu diminta untuk lebih responsif lagi dan lebih cepat dalam mengambil sampah-sampah yang telah dikumpulkan masyarakat. Sehingga sampah tersebut tidak terkena hujan terlalu lama yang bisa menjadi sumber penyakit.

‘’Mereka (tenaga kebersihan) sudah siap dan kami siagakan untuk mengambil sampah milik warga," katanya.

Meski demikian, Agung berharap masyarakat juga bisa lebih peduli dan menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah sembarang.“Terutama membuang sampah di kali. Sayang jika dikotori lagi, setelah dilakukan pembersihan beberapa pekan lalu," pintanya.

Diketahui, bencana puting beliung menyasar dua desa di wilayah Kecamatan Undaan yaitu Desa Glagahwaru dan Undaan Lor, Jumat (8/11) petang kemarin. Akibatnya 15 rumah di Desa Glagahwaru mengalami rusak ringan, tepatnya sebagian atap rumah rusak. Satu rumah di Desa Undaan Lor pun mengalami hal serupa. (han/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »