Bakar Sampah, Sembilan Rumah ikut Dilalap Api

Friday, September 20, 2019
Pihak Polsek Kragan Rrmbang Jumat (20/9) sore mengumpulkan keterangan warga di lokasi Kebakaran yang melalap 9 rumah di Desa Tanjungan, Kragan.
REMBANG - Tiga rumah warga yang terletak di wilayah pesisir pantai Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, ludes  terbakar, Jumat (20/9). Kebakaran yang juga merembet enam rumah lainnya, diduga akibat pembakaran sampah di sekitar pemukiman.

Kepulan asap pekat pertama kali diketahui sejumlah warga di dekat lokasi yang berada di belakang Balai Desa sekitar pukul 14.20 WIB. Saat dihampiri warga, ternyata api telah menjalar ke bangunan rumah penduduk. Mengetahui peristiwa tersebut, warga langsung berusaha membantu memadamkan api dengan air laut. Namun derasnya tiupan angin membuat api semakin cepat menjalar ke pemukiman.

“Warga berbondong-bondong memadamkan, pakai air seadanya. Ya air sumur, maupun air laut. Jarak dengan laut dekat kok. Warga berjajar, oper ember berisi air, “ ungkap Sanang, warga Tanjungan.

Saksi mata lainnya, Karyo Praptono, mengungkapkan saat itu pihaknya melakukan monitoring persiapan pemilihan kepala desa (Pilkades). Namun tiba-tiba warga berlarian berteriak meminta tolong, karena ada kebakaran. 

“Ini besar sekali apinya. Warga terpaksa harus merobohkan rumah yang mulai kena api, supaya tidak sampai menjalar ke bangunan lain, “ tutur Praptono yang juga pegawai Kecamatan Kragan.

Kurang dari satu jam, petugas pemadam kebakaran Pemkab Rembang tiba di lokasi kejadian dan segera menyemprotkan air. Namun sedikitnya, tiga rumah milik warga yang sebagian besar terbuat dari kayu tak sempat terselamatkan.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa melalui Kapolsek Kragan Iptu Setyanto mengungkapkan, saat terjadinya kebakaran, sebagian besar pemilik tidak berada di rumah. Sedangkan lokasi yang berdekatan dengan laut sehingga angin berhembus kencang.

"Menurut keterangan warga, salah satu warga pada saat pagi hari ada yg membakar sampah yg berada di dekat lokasi. Karena kondisi angin terlalu kencang sehingga api menjalar ke rumah. Ada yang habis terbakar ada yang sebagian," katanya kemarin.

Iptu Setyanto menambahkan, akibat kejadian tersebut meski tidak ada korban jiwa, musibah yang menimpa 9 rumah warga tersebut menyebabkan kerugian materi senilai Rp. 200 juta.(sov)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »