Aksi Penipuan CPNS Kembali Marak

Sunday, September 01, 2019
APEL PAGI: Sejumlah ASN di lingkup Pemkab Kudus saat mengikuti apel pagi di halaman Pendapa Kabupaten Kudus.
KUDUS - Aksi penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Kudus kembali marak. Menyusul adanya rencana pemerintah akan membuka pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) Tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPP Kabupaten Kudus, Catur Widiyatno saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi penipuan tersebut. Bahkan dalam kasus tersebut, dua pegawai BKPP yakni Kasubid Pemindahan Pemberhentian dan Pensiun Sugeng Hariyadi dan Kabid Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Tulus Tri Yatmika ikut tercatut.

"Kami tidak melakukan jual beli jabatan,” tegas Catur baru-baru ini.

Menurutnya, informasi tersebut dianggap riskan, mengingat belum lama ini Kota Kudus menjadi pemberitaan di media nasional atas kasus jual beli jabatan yang menyeret Bupati Kudus nonaktif Muhammad Tamzil. Pihaknya mengaku sudah mengkonfirmasi yang bersangkutan, bahwa Tulus dan Sugeng tidak melakukan jual beli jabatan.

"Sudah saya konfirmasi, keduanya dengan tegas membantah,” tandasnya.

Dia menambahkan, dari informasi yang didapat dilapangan, sudah ada empat orang yang mengkonfirmasi kasus dugaan jual beli jabatan tersebut. Bahkan pelaku juga nekat menawarkan promosi jabatan, dengan syarat harus memberikan sejumlah uang.

Empat orang, sambung Catur, pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Kudus, yang berdinas di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan yang ditawarkan promise jabatan di Dinas Disdikpora Kudus.

"Saat ini masih dibiarkan, dan hanya melaporkan ke kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Catur mengatakan, berdasarkan keterangan dari keempat pegawai tersebut, sebelumnya mendapat telpon dari seseorang yang mengaku bernama Sugeng atas perintah Tulus. Pelaku juga meninggalkan nomor telepon yang diakui nomor kantor BKPP Kudus yaitu 0291-438416.

"Tapi saat menelpon keempat orang itu, dia (pelaku) menggunakan bahasa logat luar Jawa,” tandasnya.

Dia mengimbau, masyarakat Kudus dan pegawai di lingkup Pemkab Kudus tidak mempercayai adanya tawaran tersebut dan harus hati-hati. Jika mendapat tawaran jabatan mulai promosi, mutasi, pengurusan pensiun dan kemudahan mendaftar CPNS langsung ditolak saja.

"Bila perlu langsung dilaporkan ke aparat berwenang,” pungkasnya. (han/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »