Kirab Apitan di Getas Pejaten Berlangsung Meriah

Wednesday, August 07, 2019
GUNUNGAN : Gunungan hasil bumi pada prosesi kirab budaya apitan di Desa Getas Pejaten dikepung oleh para warga yang hadir.
KUDUS - Kudus memiliki beragam tradisi dan budaya yang diperingati setiap tahun. Salah satunya adalah tradisi sedekah bumi yang dikemas apik dalam konsep Kirab Budaya Apitan. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Getas Pejaten, Kecamatan Jati, pada Jumat (2/8) sore.

Kegiatan yang dirangkai dengan acara kenduri dan kirab budaya ini tampak ramai oleh ribuan masyarakat yang ikut menikmati prosesi acara. Hadir pula ditengah-tengah acara, Plt Bupati Kudus Hartopo yang mengapresiasi acara yang digelar di Pelataran Gedung Graha Mustika.

Pada kirab budaya tersebut, desa setempat tidak hanya menampilkan tarian beserta pakaian adat khas Kudusan, tetapi juga menampilkan produk hasil kreatifitas warga setempat. Seperti, hasil bumi dan aneka produk UMKM mulai dari makanan ringan, kerajinan, serta produk unggulan lainnya.

Plt Bupati berharap, kegiatan pelestarian budaya semacam ini dapat diselenggarakan secara rutin tiap tahunnya. Hal ini untuk menjaga kelestarian budaya yang ada di Kudus. "Kami harap kegiatan kirab dapat setiap tahun rutin diadakan. Karena kebudayaan tidak boleh dihilangkan. Dalam hal ini Desa Getas Pejaten menyelenggarakan dalam bentuk kirab budaya," katanya.

Diharapkan juga, untuk tahun-tahun yang akan datang, Desa Getas Pejaten bisa lebih banyak menampilkan produk UMKM. Dengan kirab budaya sebagai ajang pameran produk unggulan yang ada di desa. Sehingga semakin memacu munculnya inovasi dan kreatifitas UMKM. 

"Makin tahun, makin tambah maju inovasi dan kreatifitas UMKM-nya, dan sumber daya masyarakat meningkat," katanya.

Kemudian, Hartopo juga menuturkan, kegiatan kenduri dan kirab merupakan upaya untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Selain itu juga sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang kemudian, direpresentasikan untuk mengharapkan limpahan rahmat serta memohon agar dijauhakan dari segala musibah.

"Sedekah bumi merupakan sebuah ritual sebagian masyarakat Kudus yang diniatkan untuk kesejahteraan bumi. Selain sebagai bentuk syukur atas segala nikmat, sedekah bumi juga untuk menjauhkan diri dari sifat kikir dan menjauhkan segala musibah. Semoga Allah SWT akan menambahkan nikmat dan rezeki untuk masyarakat," tuturnya. (mii/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »