Taman Bunga Si Pucung Jadi Wisata Destinasi Baru

Wednesday, July 24, 2019
TAMAN BUNGA: Kepala Desa Jati Kulon Sugeng Prayitno berfoto di Taman Bunga Si Pucung yang ada di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
KUDUS - Salah satu program rintisan pasar desa di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus akan luncurkan destinasi wisata alam berupa Taman Bunga Si Pucung. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam saja, taman ini akan dilengkapi dengan kuliner tempo dulu khas desa setempat, seperti nasi jagung dan getuk Jati.

Kepala Desa Jati Kulon Sugeng Prayitno mengatakan, rintisan taman bunga ini ditujukan sebagai daya tarik dari program pasar desa, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian desa. Sehingga, konsep taman yang akan disuguhkan nanti berupa hasil bumi desa setempat, seperti buah, sayur, dan kuliner tempo dulu yang bisa dinikmati langsung oleh para pengunjung.

“Ini sudah mulai berjalan (pasar desa, red), nah supaya pengunjung mau datang ke sini, kita buatkan tempat-tempat selfi seperti ini. Di samping itu ada perkebunan buah melon, sayur-mayur dan bisa petik sendiri nanti,” tuturnya.

Mengenai pembuatan taman ini, lanjutnya, sudah dilakukan sejak bulan Juni lalu. Ada sejumlah 8 ribu tanaman bunga celosia atau sejenis bunga jengger ayam yang ditanam di atas lahan kurang lebih satu hektare tersebut.

Jenis bunga ini dipilih oleh Sugeng, sapaan akrabnya, karena cara merawatnya dirasa sangat mudah. Iklim untuk pertumbuhan tanaman ini juga sangat cocok dengan iklim di Desa Jati Kulon. Ditambah, keelokan dari bunga celosia benar-benar dirasanya dapat memanjakan sepasang mata.

“Jadi, rencananya nanti dibuat gubuk-gubuk kecil juga untuk tempat bersantai, dan di depan taman, nanti kita buat juga kuliner dengan konsep lesehan,” imbuhnya.

Harapannya, Taman Bunga Si Pucung ini bisa menjadi embrio dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) unit pasar desa, yang mana nantinya bisa menambah pendapatan asli desa serta perekonomian warga setempat. Sehingga, target menjadi desa mandiri untuk 2020 nanti dapat dicapai oleh desa secara maksimal.

“Rencananya, untuk warga luar Jati Kulon nanti ada karcisnya Rp 10 ribu, kalau warga sendiri akan kami gratiskan,” katanya. (mii/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »