Momen Sedekah Bumi Persatukan Warga

Thursday, July 25, 2019
SESERAHAN: Juru kunci Makam Mbah Ketib menyerahkan pusaka kepada kepala desa untuk selanjutnya dikirab.
PATI - Sedekah bumi selain sebagai wujud syukur akan hasil pertanian juga dijadikan momentum untuk mempersatukan warga. Dengan menggelar doa bersama, seluruh warga diajak untuk bersama-sama memperingatinya. Semangat itu seperti yang terlihat di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Sabtu (20/7).

Ribuan warga nampak antusias dalam mengikuti prosesi sedekah bumi yang digelar di makam sesepuh desa, yakni Ahmad Rifai atau yang dikenal sebagai Mbah Ketib. Terlebih dalam tradisi itu juga turut digelar arak-arakan gunungan hasil bumi baik berupa padi dan palawija.

Setelah doa bersama, gunungan itu direbutkan oleh warga desa. Proses rebutan gunungan itu jugalah yang kemudian turut menjadi daya tarik tersendiri.

Kepala Desa Pasuruhan Warsito mengatakan, kegiatan sedekah bumi dan arak-arakan gunungan memang menjadi wujud syukur masyarakat setempat. Mereka bersyukur atas hasil bumi yang melimpah.

“Kami berharap dengan bersyukur tentu akan ditambah nikmatnya,” terangnya. Dia pun menceritakan momen sedekah bumi sudah menjadi kegiatan rutin.

Dalam ajang tersebut, sebagian besar warga desa biasanya akan tumpah ruah untuk mengikutinya. Tak terkecualis anak-anak dan orang tua. “Hal itu juga yang mendasari kenapa gunungan ini dibawa atau diarak keliling desa.Karena ini simbol kebersamaan. Menjadi sarana persatuan antarwarga,” terangnya. 

Gunungan yang diarak dalam sedekah bumi tersebut, katanya, semuanya merupakan swadaya masyarakat dengan memberikan hasil buminya.

Setiap rukun tetangga (RT) biasanya akan membuat satu gunungan. “Selain arak-arakan kami juga menggelar doa bersama dan ada pula kesenian tradisional seperti pertunjukkan wayang kulit,” tandasnya. (lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »