Warga Kudus Diminta Waspadai Cuaca Ekstrim

Tuesday, January 01, 2019
POMPA POLDER: Kepala UPT II Dinas PUPR Kudus Muhtarom melihat kondisi pompa polder Tanggulangin di Desa Jati Wetan, saat terjadi peningkatan debit air di Sungai Wulan. FOTO : BURHAN/JATENG POS

INFOJATENGPOS/ KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus kembali mengingatkan kepada warga Kudus, perlunya meningkatkan kewaspadaan guna menghadapi cuaca ekstrim seperti saat ini.

Selain menyiapkan sejumlah personel dan peralatan evakuasi, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana secara aktif memantau lingkungan sekitar.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus Bergas C Penanggungan mengatakan, hasil pantauan di kawasan lereng Pegunungan Muria dan Sungai Wulan per Selasa, (1/1). Di kawasan Kudus utara beberapa kali terjadi hujan deras, kemudian di Sungai Wulan juga terjadi peningkatan debit air akibat hujan deras beberapa hari terkahir di Kabupaten Kudus.

“Sejauh ini, melihat hasil pantauan tersebut, kondisi di Kabupaten Kudus masih tergolong aman,” ujar Bergas kemarin.

Dikatakan, melihat pengalaman sebelumnya, situasi seperti sekarang ini berpotensi terjadinya bencana longsor di beberapa titik di lereng Pegunungan Muria. Sehingga perlu melakukan koordinasi secara intens, dengan satuan tugas keamanan di desa  yang masuk dalam daftar rawan bencana. Koordinasi tersebut untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi terakhir potensi kebencanaan.

''Peran satuan tugas keamanan di desa cukup besar. Setidaknya bisa menginformasikan kepada kami, bila terjadi potensi kebencanaan di wilayahnya,'' jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Pusdataru Serang Lusi Juana (Seluna) Noviyanto melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Pendayagunaan Syam Sahida Ali Musthofa menyatakan, peningkatan debit air di Sungai Wulan mulai tejadi pada 24 Desember 2018. Saat itu, terpantau hingga 400 meter kubik per detik, dan saat ini hanya 125 meter kubik per detik dan tergolong normal.  

“Sekarang (debit air, red) kondisinya sudah berangsur normal, yakni 125 meter kubik per detik,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan rencana perbaikan tanggul kanan Sungai Wulan yang longsor di Desa Undaan lor, Pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana selaku pemangku kepentingan. Meski demikian, kondisi dilapangan terus dipantau, demi keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami masih koordinasi dengan BBWS Pemali Juana. Tapi kami tetap memantau, kondisi yang ada dilapangan,” pungkasnya. (han/mel)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »