Penerimaan Cukai Di Kudus Lampaui Target

Tuesday, January 15, 2019
Add captioROKOK ILEGAL: Petugas KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus menunjukkan hasil penindakan, yang dilakukan selama tahun 2018 lalu. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS

INFOJATENGPOS/KUDUS - Realisasi penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, selama 2018 telah melampuin target yaitu Rp 31,26 triliun dari beban target sebesar Rp 31,07 triliun.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Iman Prayitno mengatakan, semula target penerimaan cukai yang dibebankan lebih besar. Setelah melihat kondisi usaha rokok di wilayah KPPBC Kudus menurun, target penerimaannya diturunkan sebesar Rp 31,07 triliun.

“Akhir bulan Desember 2018 terealisasi sebesar 100,06 persen," kata Iman, Selasa (15/1) kemarin.

Menurutnya, untuk bisa merealisasikan target penerimaan cukai, memang harus didukung banyak faktor. Di antaranya, terkait upaya penindakan terhadap pelanggaran cukai rokok, yang dilakukan jajaran KPPBC Kudus. Tindakan penegakan atas pelanggaran pita cukai rokok tersebut, juga termasuk bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang baik.

Ketika peredaran rokok ilegal bisa ditekan, kata Iman, pangsa pasar yang sebelumnya dimanfaatkan oleh rokok ilegal bisa dimasuki rokok legal. Meskipun dampak yang diperoleh pengusaha rokok tidak besar, setidaknya ketika peredaran rokok ilegal bisa ditekan bisa menciptakan iklim usaha semakin bagus.

“Sepanjang tahun 2018 kemarin, Bea Cukai Kudus telah melakukan 71 penindakan terhadap rokok ilegal,” paparnya.

Dikatakan, dari hasil penindakan rokok illegal tahun lalu, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 21,6 juta batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM). Adapun total barang yang disita, perkiraan mencapai Rp16,05 miliar,”Potensi kerugian negara, yang berhasil diselamatkan sebesar Rp12,99 miliar,” tambahnya

Sebagai pembanding, Iman menjelaskan, jumlah kasus yang berhasil ditindak KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus tahun 2017, yaitu 77 kasus pelanggaran pita cukai rokok di beberapa daerah di wilayah Keresidenan Pati. Dari puluhan kasus pelanggaran cukai tersebut, total barang yang disita sebanyak 23,4 juta batang rokok jenis SKM. Sedangkan untuk rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT), yang berhasil diamankan sebanyak 6.072 batang.

“Barang bukti lain yang disita, tembakau iris sebanyak 12,9 ton. Total barang yang disita mencapai Rp26,35 triliun. Sedangkan potensi kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp12,59 miliar,” pungkasnya. (han)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »