Mengenal Sosok Nur Hadi Si Capres Dagelan Dari Kudus

Sunday, January 06, 2019


INFOJATENGPOSKUDUS – Kemunculan nama Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) “fiktif” 2019 Nur Hadi-Aldo (Dildo), belakangan ini menjadi trending di berbagai platform media social (medsos).

Bahkan elektabilitas paslon yang diusung Partai Untuk Kebutuhan Iman tersebut, hampir menyaingi tingkat ketertarikan publik kedua paslon Capres dan Cawapres sebenarnya yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Meski hanya untuk lucu-lucuan saja, Dildo sapaan Hadi-Aldo, dinilai bisa menurunkan tensi politik dan membuat adem masa kampanye Pemilu 2019 saat ini. Apalagi slogan yang dibawanya yaitu Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik, membuat masyarakat tertawa dan tidak sedikit yang membagikan meme Capres tersebut ke akunnya sendiri dan teman-temannya.

Saat ditemui di ruko pijitnya di Pasar Brayung Mejobo Kabupaten Kudus, Capres fiktif Nur Hadi tidak pernah menyangka, namanya melejit dan banyak dibicarakan ribuan warganet. Selain itu, visi-misi yang diangkat dan diunggah di medsos, juga banyak dibagikan oleh warganet diberbagai platform medsos setiap harinya.

“Yang buat akun instagram itu mas Edwin orang Yogyakarta. Saya sendiri juga belum pernah ketemu orangnya sampai sekarang,” ucap Hadi dengan ramah.

PIJIT REFLEKSI: Nur Hadi Capres fiktif asal Kudus, sedang memijat salah satu pelanggannya di ruko Pasar Brayung Kudus. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS
Hadi sapa akrabnya mengaku, aktivitas kesehariannya hanya menjadi tukang pijit di Pasar Brayung Mejobo. Selain itu, ruko berukuran 3 x 2 meter itu, juga untuk berjualan minuman herbal. Sehingga Dia tidak pernah menyangka, jika namanya dikenal diberbagai kota di Nusantara ini.

“Saya tidak pernah menyangka,” tambahnya.

Warga RT 6 RW 4 Desa Golantepus Kecamatan Mejobo ini menceritakan, akun instagram bernama Hadi-Aldo itu dibuat Desember 2018 lalu oleh orang yang mengaku bernama Edwin asal DI Yogyakarta. Pembuat akun tersebut mengaku ngefans dengan Hadi, yang menjadi anggota Komunitas Angka 10 di facebook dan twitter sejak 2011 lalu.

Sebelum membuat akun Hadi-Aldo, lanjutnya, Edwin menghubunginya melalui telefon, untuk meminta izin. Awalnya, pemuda asal Kota Gudeg tersebut meminta izin dipakai desain kaos sablon produksinya.

Kemudian berlanjut digunakan untuk meme Paslon Capres RI nomor urut 10. Alasan memilih pria berkumis tersebut, karena kata-katanya di medsos dinilai lucu, bijak dan bisa memotivasi anggota di komunitas Angka 10.

“Katanya (Edwin, red) kata-kata saya lucu, bijak dan bisa memotivasi untuk yang (anggota) lain,” paparnya.

Terkait Aldo selaku Cawapresnya, hingga kini Hadi juga tidak mengenal pria berkacamata tersebut. Pria berbadan tambun itu tidak pernah mempersoalkan, jika foto dan namanya dipakai orang lain. Selama itu bisa menghibur masyarakat dan tidak melanggar norma agama dan aturan di Negara Indonesia.

"Tidak apa-apa dipakai, asal bisa menghibur dan tidak melanggar aturan agama atau Negara. Saya sendiri tidak kenal Aldo itu siapa," imbuh pria kelahiran Kudus, 10 Agustus 1969.

Hadi menambahkan, sejak fotonya viral sebagai Capres nomor urut 10, setiap hari mencapai sampai 100 nomor tak dikenal mengirimkan pesan whatsapp di smartphonenya. Meski demikian, Dia tetap membalasnya dengan ramah. Bahkan ada juga yang memberikan tawaran interview dan keperluan lainnya.

“Ada (pesan, red) yang mengaku dari Banten, Jakarta, dan daerah lainnya yang menghubungi saya,” akunya.

Ayah empat anak ini mengaku, sudah menekuni profesinya sebagai tukang pijit refeleksi sejak 15 tahun silam. Sejak fotonya menjadi tranding di medsos, Dia tidak pernah merasa tinggi hati dan terpengaruh. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Hadi tetap menjalani aktivitas kesehariannya dan memenuhi panggilan pijit refleksi.

Hadi berharap, siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 mendatang, harus memiliki kinerja yang baik, amanah dan adil. Selama masa kampanye ini, Dia berpesan agar tim sukses dan pendukungnya tidak menghalalkan segala cara demi kemenangan paslonnya di Pemilu 2019 mendatang.

“Jangan saling serang informasi hoak. Siapapun yang terpilih, harus baik, amanah, dan adil. Termasuk para kroninya dan semua pejabat di Negara ini,” pungkasnya. (han)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »