Bupati Kudus Bakal Non-Jobkan Pejabat

Tuesday, January 08, 2019

CINDERA MATA: Bupati dan Wabup Kudus M Tamzil dan Hartopo menerima cindera mata, usai merealisasikan 9 program pokok pada program 100 hari masa kepemimpinannya. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS
INFOJATENGPOS/KUDUS – Bupati Kudus Muhammad Tamzil tidak akan memberikan pekerjaan, kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus yang dinilai tidak bisa bekerja atau memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Namun program reformasi birokrasi tersebut, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih fokus pada realisasi program 100 hari kerja Bupati dan Wabup Kudus.

“program reformasi birokrasi ini yang belum kita realisasikan, dan menjadi pekerjaan rumah (PR) kami,” ujar Tamzil kepada awak media, usai menutup kegiatan Simposium 100 hari Bupati dan Wabup Kudus Selasa (8/1)  di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin.

Tamzil menambahkan, sebenarnya kalau semua tanggap, sejumlah pejabat yang memiliki jabatan strategis sudah disentuh atau diberi peringatan. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Bahkan setiap kali apel pagi, sejumlah pimpinan Organisai Perangkat Daerah (OPD), juga sudah diberikan peringatan untuk melaksanakan tugasnya sebaik mungkin.

"Kalau mereka tanggap, sebenarnya sudah kami sentuh dan diberi peringati setiap apel pagi," tandasnya.

Dikatakan, reformasi birokrasi ditarget akan dilaksanakan setelah enam bulan masa kepemimpinannya bersama Wabup Kudus Hartopo. Tepatnya pada Maret mendatang. Menurutnya, enam bulan tersebut sudah cukup bagi OPD, untuk menunjukkan kinerja terbaiknya di pemerintahan.

“Sudah cukup enam ini kami tata, selanjutnya kita evaluasi. Kalau kinerjanya jelek akan di non-jobkan,” tegasnya.

Sementara Wabup Kudus Hartopo meminta seluruh OPD untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Dengan demikian, perlu adanya studi banding ke daerah lain. Tujuannya, untuk melihat program yang diterapkan di Pemerintahan, dan selanjutnya bisa di terapkan di Kabupaten Kudus.

“pelayanan publik di OPD segera ditingkatkan, berikut sumber daya manusianya (SDM). Perlu studi banding ke daerah lain, agar program yang diterapkan tidak monoton,” pintanya. (han)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »