Waduk Logung Mulai Diisi Air

Tuesday, December 18, 2018


PAPARAN: Dirjen SDA Hari Suprayogi bersama Bupati Kudus Muhammad Tamzil melihat maket waduk Logung. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS
INFOJATENGPOS/KUDUS - Musim hujan di Kabupaten Kudus mulai memasuki fase intensitas sedang. Tentu saja kesempatan ini dimanfaatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk melakukan pengisian awal air atau impounding di Waduk Logung.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementrian PUPR RI, Hari Suprayogi mengatakan, rencana pengisian awal waduk, ditargetkan selama musim penghujan tahun ini. “Hal itu mengingat intensitas curah hujan di Kudus sudah cukup tinggi,” ujar Hari.

Selama musim hujan ini, kata Hari, diharapkan air waduk sudah melimpah hingga melampaui spilway, atau volume airnya sudah mencapai 20 juta meter kubik.

Hari memaparkan, waduk Logung bisa mengaliri saluran irigasi seluas 2500 hektar. Selain itu, mampu mengalirkan air baku 200 liter per detik, dikawasan perkotaan dan pedesaan.

Sedangkan fungsi lain waduk yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 620 milar tersebut, imbuh Hari, yakni dapat mengendalikan banjir dan pembangkit listrik tenaga hidro sebesar 0,50 megawatt. "Jadi, nantinya pasokan listrik tidak tergantung lagi pada PLN," tambahnya.

Hari menambahkan, daerah genangan Waduk Logung juga bisa dimanfaatkan Pemkab Kudus yang bekerjasama dengan pemerintah desa sekitar waduk, untuk dijadikan kawasan wisata air dan usaha perikanan.

Sementara itu, Bupati Kudus, Muhammad Tamzil, menyoroti fungsi vital Waduk Logung, yakni dapat mengurangi resiko banjir dan pemanfaatan bagi dunia pertanian.

"Tentu kami bersyukur adanya Waduk Logung bisa mengurangi resiko banjir. Para petani juga akan senang karena akan mendapat 3 Musim Tanam (MT)," katanya. 

Menurut Tamzil, Pemkab Kudus berupaya untuk menjadikan Waduk Logung sebagai salah satu tujuan wisata air. Pihaknya juga sudah menyiapkam anggaran sebesar Rp 21 miliar, untuk pembangunan kompleks wisata.

"Awal tahun 2019 akan mulai dibangun kompleks Rest Area untuk wisata di Desa Kandangmas, dananya sekitar 21 miliar," pungkasnya.(han/mel)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »