Terapkan Empat Aplikasi Online, Dongkrak PAD 2019

Friday, December 28, 2018
PELUNCURAN: Untuk menggenjot restribusi sebagai PAD, Pemkab Pati meluncurkan dan menerapkan empat aplikasi online untuk mengurangi kebocoran serta menekan penyimpangan bagi petugas yang mengelola retribusi pendapatan. FOTO: ARIEF PRAMONO/JATENG POS


INFOJATENGPOS/PATI- Untuk menggenjot restribusi sebagai pendapatan asli daerah (PAD), Pemkab Pati meluncurkan dan menerapkan empat aplikasi online. Implementasi dari aplikasi online itu, untuk mengurangi kebocoran serta menekan penyimpangan bagi petugas yang mengelola retribusi pendapatan.

Peluncuran dilakukan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Pati, dalam acara Regional Tax Gathering dan Launching Aplikasi Daerah Online di Hotel Safin Pati, pada Rabu malam (26/12).

Regional Tax Gathering dan Launching Aplikasi Restribusi Daerah Online ini, untuk memperkenalkan aplikasi online restribusi daerah kepada perwakilan para wajib pajak, guna meningkatkan penghasilan daerah melalui E -pendapatan.

Empat aplikasi  online yang resmi diluncurkan Pemkab Pati, yaitu SATRIOPASAR yang merupakan aplikasi penarikan retribusi pasar. Dalam aplikasi ini, pedagang diminta melakukan top up kartu e-money untuk dibayar melalui petugas yang membawa. 

Aplikasi kedua yakni SIMPATIK, yang merupakan aplikasi pembayaran bagi wajib pajak rusunawa, menara telekomunikasi, yang dikerjasamakan dengan Bank Jateng.

Selanjutnya yakni SIPIPA adalah aplikasi yang melayani transaksi lelang, dimana seluruh transaksi bisa dilakukan secara non tunai. Untuk aplikasi keempat yakni SPION, yakni aplikasi bagi wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan bermotor maupun pembayaran KIR.

Kepala BPPKAD Kabupaten Pati, Turi Atmoko mengatakan, acara itu mengacu pada Instruksi Presiden No 10 tahun 2016, tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 910/1867/ fj  tgl 17 April 2017, tentang implementasi transaksi nontunai pada pemerintah kabupaten kota.

Selain launching aplikasi retribusi daerah online, pihak BPPKAD Pati juga memberikan apresiasi kepada para wajib pajak daerah yang disiplin.

“Acara ini juga sebagai peningkatan komitmen pemerintah daerah dalam implementasi transaksi nontunai di Kabupaten Pati," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, implementasi dari berbagai aplikasi online untuk mengurangi kebocoran sekaligus juga penyimpangan bagi petugas yang mengelola.

Menurut Haryanto, sudah satu tahun lalu Kabupaten Pati melakukan transaksi non tunai e-PBB dan e-BBHTB.

Sedangkan beberapa waktu lalu, Kabupaten Pati mendapat apresiasi dari BI dan Gubernur Jateng sebagai daerah kabupaten pertama yang memakai e-pendapatan dan e-pengeluaran se-Jateng," bebernya.

Prestasi yang diraih Kabupaten Pati ini, tak lantas membuat Bupati Haryanto berpuas diri. Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin dan seluruh OPD, tetap menginginkan agar masyarakat semakin dimudahkan dalam pelayanan.

Dengan adanya aplikasi baru ini Bupati Haryanto menghimbau, agar BPKAD melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, bagi para petugas, ia berpesan agar membantu dan memfasilitasi masyarakat yang hendak menggunakan layanan ini.(rif)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »