Program Padat Karya untuk Jalan Usaha Tani

Wednesday, December 05, 2018
INFOJATENGPOS,PATI - Sebagian alokasi dana desa (DD) direalisasikan untuk program padat karya. Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Untuk anggaran 2018 ini, program padat karya diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur jalan usaha pertanian yang lokasinya menghubungkan Dukuh Banteng Urip dan Gambiran.

Kepala Desa Kedungwinong Sriyatun menyampaikan, jalan untuk usaha pertanian tersebut bukan merehab infrastruktur yang sudah ada, tetapi benar-benar membuka jalan baru.

"Dulunya ya jalan setapak, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Nah sekarang ini, dengan adanya pembukaan jalan baru, warga yang akan menuju lahan pertanian sudah bisa menggunakan kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua ataupun roda empat," ujar kades.

Kepala Desa Kedungwinong foto bersama warga / infojatengpos


Pembukaan jalan baru tersebut, memiliki panjang 640 meter dan lebar 3 meter, dengan alokasi anggaran sebanyak Rp 113.776.000.

Ke depan, jika pembangunan jalan tersebut sudah selesai, akan dilanjutkan untuk pembuatan rabat beton. Sehingga, ketika terjadi hujan tidak akan longsor, dan pengguna jalan juga lebih nyaman untuk melaluinya.

Dalam program padat karya itu, proses pengerjaan proyeknya melibatkan langsung masyarkat setempat. Di mana, proyek itu dikerjakan secara swakelola yang pekerja proyeknya diserap dari warga setempat. Dengan demikian, dana desa tidak hanya digunakan untuk membeli bahan material infrastruktur saja, melainkan juga untuk membayar honor pekerja.

"Dengan adanya pembukaan jalan baru usaha tani ini, kami berharap bisa memudahkan dan melancarkan warga untuk melakukan aktivitas bertani. Pun demikian, hasil pertanian bisa diangkut dengan lebih mudah menggunakan kendaraan. Lebih dari itu, harapannya, tentu bisa meningkatkan perekonomian warga," ungkapnya.



Sementara itu, Sutrimo, salah satu warga Dukuh Banteng Urip mengaku sangat senang dengan adanya pembangunan jalan tersebut. Karena, selama ini warga ketika menuju dan pulang dari lahan pertanian hanya melalui jalan setapak saja.

"Ya kalau sekarang ada jalan besar ini kan, kami bisa lebih mudah kalau ke lahan. Kami berterima kasih atas perhatian dari pemerintah desa yang mau menganggarkan untuk pembangunan jalan ini," pungkasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »