Pemda Fasilitasi Penyusunan Perdes Soal GAKY

Friday, December 07, 2018
INFOJATENGPOS,PATI - Upaya untuk mewujudkan desa bebas dari garam konsumsi tidak beryodium terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui peraturan desa (perdes) terkait dengan penanggulangan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY).

Terkait dengan penyusunan perdes dan sosialisasi terkait dengan penanggulangan GAKY, saat ini, sudah ada sebanyak 14 desa yang sudah difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

"Ada sebanyak 16 desa yang sudah kami berikan sosialisasi terkait dengan penanggulangan GAKY ini. Dari belasan desa itu, kemarin juga mendapatkan bantuan mini lab untuk menguji garam beryodium. Mudah-mudahan, alat itu bisa bermanfaat untuk peningkatan konsumsi garam beryodium," ujarnya.

Penyerahan Lab Mini untuk pengujian garam beryodium 


Pada 2019 mendatang, katanya, pemerintah melalui tim GAKY bakal menganggarkan sosialisasi terkait dengan hal tersebut, bagi desa-desa yang belum mendapatkannya. Setidaknya, ditargetkan ada 25-30 desa yang bakal mendapatkan sosialiasi penanggulangan GAKY dan penyusunan perdes.

Untuk target atau prioritas desa yang bakal mendapatkan sosialisasi penanggulangan GAKY, diperuntukkan terlebih dahulu di bagian pesisir timur dan utara. Alasannya, justru yang terjadi selama ini yang terkena stunting atau gangguang akibat kurang yodium berada di wilayah tersebut.

"Karena mereka ini sebagian adalah produsen garam, justru terkadang tidak memerhatikan lagi apakah garam tersebut sudah beryodium atau tidak. Karena anggapannya ya itu garam bisa untuk konsumsi, terlepas mendangung yodium atau tidak," ungkapnya.

Sementara itu, Ketu TP PKK Kabupaten Pati Musus Haryanto menyampaikan, jika peran PKK di dalam pencegahan garam konsumsi tidak beryodium sudah berjalan dengan baik. Sebab, setiap tahunnya sudah ada program dari PKK terkait hal tersebut."Program ini kami sinkronkan dengan dinas terkait, dalam hal ini adalah BAPPEDA," ucapnya.

Kedepan, katanya, pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait penggunaan garam beryodium. Hal itu dilakakukan melalui PKK di tingkat kecamatan maupun desa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »