Kabupaten Pati Kembangkan Pertanian Hortikultura

Friday, December 21, 2018
SISTEM HORTIKULTURA: Bupati Haryanto dan Wabup Saiful Arifin mngunjungi agro expo di Kebun Percontohan Tanaman Holtikultura, di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati. FOTO: KHOLISTIONO/JATENG POS
PATI - Agro Expo 2018 kembali digelar di Kebun Percontohan Tanaman Holtikultura, di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati, Kamis (20/12).

Dalam expo itu, ditampilkan beberapa macam hasil tanaman holtikultura unggulan, mulai bayam merah, kangkung, labu, jagung, melon, gambas, bawang merah. Tak hanya sayuran saja, juga terdapat tanaman bunga seperti bunga matahari.

Pembukaan Agro Expo itu dilakukan Bupati Pati Haryanto. Ia pun sangat mendukung bahwa perkebunan atau pertanian seperti itu, sebagai contoh agar petani bisa mengembangkan tanaman hortikultura.

"Sebetulnya Kabupaten Pati sudah menjadi lumbung pangan pertanian, padi, ketela, kedelai, dan jagung. Namun alangkah lebih baiknya, kita bisa menanam dengan sistem holtikultura,” ujar Haryanto.

Menurut Haryanto, pertanian holtikultura tidak membutuhkan lahan terlalu luas. Sedangkan bibitnya, juga bisa dijangkau dan tidak sulit mendapatkannya.

“Banyak dampak positif yang didapatkan dari sistem holtikultura. Contohnya saja, kita nanam kangkung dalam setahun bisa panen beberapa kali, bila padi hanya panen dua kali saja," kata Haryanto.

Dalam kesempatan ini, Bupati Haryanto menyatakan dukungannya terhadap kemajuan pertanian di Kabupaten Pati.

"Selaku kepala daerah kita mendukung, mendorong dan tidak hanya tampil di pameran saja. Dinas Pertanian punya lahan, ke depan biar bisa memberi contoh dikembangkan yang nanti penyuluh yang memperlihatkan kepada petani agar bisa mengembangkan sendiri," ungkapnya.

Selain menjadi lumbung pangan pertanian, Haryanto mengharapkan, expo kali ini bisa meningkatkan penghasilan ekonomi dengan menanam sistem holtikultura.

Sementara itu, Asep Harpenas selaku perwakilan PT. EWS Indonesia menambahkan, tanaman atau kebun percontohan ini baru seluas 8.000 meter, dengan benih hanya beberapa gram saja.

"Kedepan dari pihak kami inginnya CV Indo Kimia mengeluarkan benih tidak hanya 1 atau 2 kilo saja, dalam arti petani Kabupaten Pati seluruhnya memakai tanaman sistem holtikultura ini. Kami siap menyediakan bibitnya," tutur Asep .

Sekedar diketahui, PT East West Seed Indonesia merupakan perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia. Perusahaan tersebut menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman.

Sementara itu, CV Indo Kimia merupakan penyedia bibit tanaman bagi para petani yang ada di Pati.

Dalam acara ini, dihadiri Bupati Haryanto, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Pati, Wakil Bupati beserta istri, serta perwakilan PT EWS Indonesia dan CV Indo Kimia. (lis/rif)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments