Jateng Pos - Pati Pos Edisi Kamis 20 Desember 2018

Wednesday, December 19, 2018


Penduduk Miskin Di Pati Berkurang Signifikan


INFOJATENGPOS/PATI- Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pati yang awalnya mencapai 123,90 ribu orang atau 9,90 persen, kini berkurang sebesar 17,80 ribu jiwa pada Maret 2018 lalu.

Kondisi tersebut jika dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2017 lalu, yang masih di angka 141,70 ribu  jiwa atau 11,38 persen. Angka 9,90 persen itu, juga lebih bagus daripada angka kemiskinan Jawa Tengah yang berada di angka 11,32 persen.

Paparan itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pati, Sri Diastuti, dihadapan Bupati Pati Haryanto, Sekda Suharyono, Kepala Bappeda Pujo Winarno dan Kepala Diskominfo Indriyanto. Rapat itu dilakukan di ruang kerja Bupati Pati belum lama ini.

Menurut Sri Diastuti, setiap tahunnya tingkat kemiskinan di Kabupaten Pati mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentasenya pada periode 2011 hingga 2018. “Namun penurunan dari tahun 2017 ke 2018, tergolong sangat signifikan,” ujarnya.

Namun demikian, diperlukan studi mendalam untuk memastikan faktor penyebab turunnya kemiskinan. Salah satu faktor yang diprediksi menyumbang penurunan angka kemiskinan, yakni adanya program yang tepat sasaran yang  sesuai kebutuhan warga miskin.

"Sebagai contoh dulu Raskin harapannya setiap keluarga miskin bisa dapat beras 15 kilogram per bulan, agar kemiskinan berkurang signifikan. Namun dilapangan kenyataannya, malah Raskinnya dibagi rata,” paparnya.

Sekarang dengan bantuan Raskin yang diubah ke bentuk tunai ke warung sembako dan langsung masuk rekening masing-masing keluarga miskin, kata Sri, dampaknya menjadi lebih signifikan dalam mengurangi beban konsumsinya.

Menanggapi laporan pihak BPS itu, Bupati Pati Haryanto mengaku amat lega. Sebab kerja keras Pemkab Pati dalam mengurangi angka kemiskinan selama ini, betul-betul terlihat hasilnya.

“Kami bahkan tak menyangka akan secepat ini. Karena sesuai RPJMD, sebenarnya angka di sembilan koma sekian itu justru target kami di 2022", terang Bupati.
Bupati Haryanto juga meyakini, faktor lain yang turut menyumbang turunnya angka kemiskinan, adalah program Pemkab dalam pembinaan UMKM dan industri rumahan.(mel/rif)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »