Jateng Pos Edisi Selasa 18 Desember 2018

Tuesday, December 18, 2018

Gedung Baru Mapolres Kudus Diduga Bermasalah

INFOJATENGPOS/KUDUS - Gedung Mapolres Baru yang berlamat di Jalan Raya Kudus-Pati Km 14 turut Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, diduga belum memiliki surat Ijin Mendiringan Bangunan (IMB). Padahal gedung senilai Rp 38 miliar tersebut, sudah diresmikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono 31 Juli lalu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kudus Revlisianto Subekti mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum memproses surat IMB untuk gedung Mapolres Kudus baru. Karena berkasnya belum lengkap, dan posisinya lahannya tergolong hijau atau untuk pertanian.

"Sejak awal sudah saya ingatkan kepada OPD terkait, bahwa lahan itu hijau. Hal itu berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang masih berlaku hingga saat ini," kata Revli kepada Jateng Pos, Senin (17/12).

Status lahan hijau, kata Revli, peruntukkannya untuk lahan pertanian berkelanjutan atau tanaman pangan. Selain itu, bangunan sarana penunjang pertanian, seperti halnya lumbung padi atau gudang hasil pertanian lainnya dan bendungan. Lahan hijau juga bisa digunakan, untuk peternakan dan rumah tinggal pribadi.

"Untuk rumah kapling juga tidak boleh dan bangunan lain yang tidak bertujuan menunjang pertanian," jelasnya.

Diakui, 2 minggu sebelum acara seremonial peresmian dilaksanakan, pihak Polres sudah datang dan ingin mengurus surat IMB. Namun berkas yang dibawa belum lengkap, sehingga ditolak dan diminta untuk melengkapi persyaratan pengajuan IMB sesuai aturan yang berlaku.

Adapun syarat yang harus dilengkapi, lanjutnya, surat ijin lingkungan dari Dinas PKPLH Kudus, andalalin dari Dinas Perhubungan, rekom tata ruang dari Dinas PUPR dan ada berkas kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) jika luas tanas diatas 10.000 meter.

"Untuk pengurusan AMDAL sendiri, paling cepat bisa diterbitkan dalam waktu 8 bulan. Bangunan itu tidak sederhana, pastinya ada aktif olan dari PUPR hasil kajian rekanan atau pihak ke tiga," paparnya.(han/mel)

Selengkapnya baca koran harian Jatengpos.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »