JATENG

INFO PATI

INFO KUDUS

Recent Posts

Bupati Haryanto 'Disuntik Vaksin Tidak Terasa Sakit'

Monday, January 25, 2021 Add Comment

 

Bupati Pati Haryanto saat disuntik vaksin penangkal virus Covid-19

PATI - Bupati Pati Haryanto menjadi orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19 di Bumi Mina Tani.

Pemberian vaksin itu dilakukan di RSUD Soewondo Pati, Pada Senin pagi, 25 Januari 2021.

Sebelum mendapatkan vaksin, Haryanto terlebih dahulu harus menjalani proses screening. 

Pada tahapana screening itu, Bupati Haryanto harus menjawab 16 pertanyaan yang diajukan oleh petugas kesehatan.

Pertanyaan itu untuk memastikan apakah dirinya mempunyai riwayat penyakit yang bertentangan dengan vaksin, atau tidak.

Setelah dinyatakan lolos dari screening, kemudian orang nomor satu di Pati itu di minta menuju ke meja lainya untuk menerima suntikan vaksin.

Usai divaksin, kemudian Haryanto harus berdiam diri selama 30 menit di tempat yang sudah disediakan. Itu untuk memastikan apakah ada gejala efek samping yang ditimbulkan dari vaksin atau tidak.

Setelah berdiam diri selama 30 menit, Haryanto mengaku tidak merasakan apa-apa. Bahkan menurutnya saat ditusuk jarum suntikpun dirinya tidak merasa sakit.

" Rasanya seperti disuntik biasa. kayak pas dulu sedang imunisasi, tidak sakit kok," uacap Bupati Pati.

Selain Bupati Pati, sejumlah tokoh dan pejabat yang menerima vaksin adalah Ketua DPRD, Kajari, Kapolres, Dandim dan beberapa tokoh agama. 

Dalam kesempatan kemarin, Haryanto mengatakan, untuk tahapan selanjutnya vaksinasi akan diberikan kepada 6,313 tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Pati.  Selanjutnya, vaksin juga akan diberikan untuk para peyugas pelayanan publik, lansia dan masyarakat yang rentan terdampak virus Covid-19.

Bupati Haryanto berharap, setelah ini tidak ada lagi pemikiran negatif terkait pemberian vaksin buatan cina itu. Karena dirinya bersama 10 tokoh di Kabupaten Pati yang sudah divaksin, dan tidak merasakan ada gejala efek samping apaupun yang ditimbulkan. 

" Setelah saya divaksin bersama para tokoh dan pejabat lainya, Alhamdulilah tidak ada efek samping apapun. Jadi jangan khawatir, vaksin ini sudah barang tentu aman," kata Haryanto.

Menurut Haryanto, vaksinasi ini adalah merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebarann virus corona.

Karena itu sudah sepatutnya vaksinasi ini mendapat dukungan dari semua masyarakat di Indonesia. (gus)

Sempat Grogi Saat Divaksin, Hafidz : Rasanya Seperti Digigit Semut

Monday, January 25, 2021 Add Comment

REMBANG-Bupati Rembang Abdul Hafidz menjadi orang yang pertama menerima vaksin Covid-19 pada kick off vaksinasi yang di gelar di Puskesmas Rembang 1, Senin (25/1).

Saat discreening, tekanan darah Bupati beberapa kali terlalu tinggi, yang akhirnya vaksinasi harus menunggu beberapa saat sampai tensinya normal.
Usai divaksin Bupati mengakui sempat grogi, namun ternyata setelah merasakan jarum suntik, menurutnya terasa sama seperti digigit semut. 

"Rasanya ya biasa saja, tidak apa- apa jangan takut. Ya seperti digigit semut , tidak apa- apa , jadi sakit kalau ditampar istri,' guraunya menanggapi pertanyaan awak media tentang bagaimana rasanya divaksin.

Rasa groginya juga dipicu karena menjadi orang pertama yang akan dicontoh oleh ratusan ribu warga Rembang. Rasa syukur disampaikannya setelah memenuhi kriteria divaksin, dirinyaapun meminta masyarakat tidak takut dan dapat mensukseskan program vaksinasi tersebut.

"Jadi itu yang menjadi pikiran saya mas, kenapa saya grogi. Karena saya akan menjadi contoh 446 ribu warga, coba kalau contoh ini tidak tepat , ini akan berpengaruh kepada 400 ribuan sekian tadi, " ungkapnya.

Dokter Samsul anwar, yang bertugas menyuntik vaksin Bupati menjelaskan saat ditensi pertama tensinya 165/97. Akhirnya setelah beberapa kali ditensi dan istirahat orang nomor 1 itupun memenuhi syarat.

"Yang pertama tadi tensinya 165, kedua 167, ketiga 165 lagi, kemudian 150 dan terakhir 135. Tadi saya minta istirahat terlebih dulu sekitar 25 menit akhirnya memenuhi syarat, " tuturnya. 

Selain Bupati Rembang , Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Rembang, dua tokoh agama juga divaksin dalam kesempatan yang sama.

Salah satunya Sekretaris PCNU Muhtar Nur Halim, yabg mengakui divaksin bahkan lebih sakit digigit semut.

"Vaksin itu tidak ada apapun rasanya, lebih sakit digigit semut. Tidak ada efek apapun, ini saya sampai rumah juga tidak ada masalah apa- apa ini, dengan catatan membaca dan meyakini 13 pertanyaan yang diajukan tim medis itu dijawab dengan kebenaran," ungkapnya.

Muhtar menghimbau kepada masyarakat Rembang tidak risau tentang vaksin. Apalagi sudah dinyatakan halal oleh MUI dan diuji oleh BPOM aman. Iapun berkomitmen akan ikut bergerak mensukseskan program vaksinasi di Rembang yang menyasar 446 ribu orang. 

Usai kick off dilakukan, Dinas Kesehatan akan segera melanjutkan untuk tahapan vaksinasi terhadap 2.504 tenaga kesehatan di Kota Garam.(sov/gus)

Hartopo Orang Pertama yang Divaksin di Kabupaten Kudus

Monday, January 25, 2021 Add Comment
DIVAKSIN: Plt Bupati Kudus, Hartopo disuntik vaksin covid-19 di ruang vaksinasi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin pagi kemarin.

KUDUS-Pemkab Kudus mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, di Ruang Vaksinasi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (25/1). Peserta pertama yang suntik vaksin Sinovac buatan Cina itu adalah Plt Bupati Kudus, Hartopo disusul jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait di wilayah Kota Kretek.

Diketahui, peluncuran pencanangan vaksinasi itu dimulai pukul 08.00 WIB, dengan tahapan pemeriksaan kesehatan calon penerima vaksin. Kemudian Tim Vaksinasi Covid-19 RSUD Kudus melakukan validasi data calon penerima vaksin, dilanjutkanpelaksanaan imunisasi dan terakhir observasi.     

‘’Ini (vaksinasi) menjadi sebuah keharusan bagi warga Negara Indonesia,’’ kata Hartopo kepada awak media.

Vaksinasi ini, lanjutnya, juga bertujuan untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, pihaknya berharap pasca dilakukan vaksinasi secara serentak di tanah air, sektor ekonomi dan kesehatan di Indonesia dapat pulih kembali seperti semula.  

‘’Adanya vanksin, bisa dijadikan motivasi para tenaga medis yang selama bekerja dengan sangat keras,’’ tandasnya.

Hartopo menambahkan, setelah tenaga medis dan anggota TNI-Polri divaksin, dia memastikan masyarakat juga akan divaksin. Sambil menunggu giliran, masyarakat diminta untuk tetap tertin melaksanakan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas.

‘’Upaya kewaspadaan harus diutamakan. Setelah divaksin, juga harus tetap melaksanakan 3M,’’ ujarnya.

Dia juga memastikan, vaksin Covid-19 buatan Cina ini dipastikan aman dan halal. Sebab sebelum realisasikan, sudah diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin.

‘’Vaksin ini aman dan halal. Saat disuntik, kayak digigit semut,’’ imbuhnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr Andini Aridewi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di RSUD Kudus kali ini sebanyak 250 vaksin. Selanjutnya akan dilaksanakan di 29 fasilitas kesehatan (Faskes) di Kabupaten Kudus, terdiri dari 8 rumah sakit, 19 puskesmas dan 2 klinik.

‘’Semoga bisa sesuai target,’’ punkasnya. (han/gus)


  


Polisi Selidiki Kematian Nunung, Penyidik Datangkan Tim Forensik Polda Jatengppp

Monday, January 25, 2021 Add Comment
OLAH TKP : Petugas dari keplolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan bunuh diri.

PATI- Penyidik dari Polres Pati terus menyelidiki kematian Nunung Handayani (40),  perempuan yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Sani, Sabtu siang (23/1).


Guna mengungkap kematian warga Dukuh rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo itu, Polres Pati juga mendatangkan tim forensik Polda Jawa Tengah.

Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Safaat mengatakan, saat ini penyidik masih menunggu hasil autopsi.

“Saat ini sedang kami laksanakan autopsi, nanti segera mungkin setelah selesai akan kami sampaikan informasinya. Masih menunggu hasil autopsi yang paling pasti,” ujar Kapolres Pati.

Dari keterangan Gunawan (35), suami siri korban mengatakan, jika Nunung melompat dari mobil yang mereka tumpangi bersama, lalu dengan sengaja korban melompat ke sungai hingga akhirnya ditemukan meninggal di dalam sungai.

Namun, polisi tidak percaya begitu saja apa yang diceritakan Gunawan. Untuk mengetahui kebenaranya polisi menunggu hasil autopsi

“Tim autopsi kami datangkan juga dari Semarang. Tim Forensik Polda Jawa Tengah untuk mencari bukti-bukti atas kejadiannya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nunung ditemukan meninggal dunia di antara bebatuan di Sungai Sani, tepatnya Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu.

Korban diduga melompat dari mobil yang sedang melaju bersama Gunawan yang merupakan suami sirinya. Ini terjadi setelah keduanya terlibat percekcokan dalam perjalanan mencari rumah tinggal, menggunakan mobil Brio warna hijau K-1044-JG.

Ketika dicari bersama seorang warga setempat, ternyata Nunung Handayani berada di dasar sungai dalam keadaan meninggal dunia. (gus)  

Dewan Pati Dukung Perpanjangan PPKM

Monday, January 25, 2021 Add Comment

Waki Ketua DPRD Pati, Hardi

PATI- Pihak DPRD Kabupaten Pati mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperpanjang waktu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bumi Mina Tani.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi saat menghadiri rapat koordinasi evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (25/1).

Menurut Hardi, dengan memperpanjang PPKM di harapkan bisa efektif menekan angka penularan virsus Covid-19 di Kabupaten Pati.

" Langkah perpanjangan PPKM ini perlu didukung, mengingat jumlah penularan virus Covid-19 di Pati masih tinggi. Apalagi peringkat kematian akibat virus Covid-19 tertinggi secara nasional," kata Hardi.

Dia menambahkan, meski saat ini trend penularan virus Covid-19 di Pati sudah berlahan menurun. Namun, pengawasan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan juga perlu dilakuakan.

" Jangan hanya kegiatannya saja yang dibatasi, tapi kesadaran masyarakat untuk menerapakn protokol kesehatan juga harus ditingkatkan," sambungnya.

Sebelumnya Pemkab Pati telah melaksanakan PPKM tahap pertama yakni mulai dari tanggal 11 sampai 25 Januari  2021 dan akan diperpanjang selama dua minggu hingga 8 Februari mendatang.

Pada masa perpanjangan PPKM ini, ada perbedaan untuk jam operasional toko swalayan dan mall yang sebelumnya harus tutup jam 19:00 wib di PPKM perpanjangan ini bisa buka hingga pukul 21:00 wib. Sementara untuk aturan lainnya masih sama. (adv)

11.280 Vaksin Covid-19 Tiba di Kudus

Sunday, January 24, 2021 Add Comment
PENERIMAAN VAKSIN: Plt Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi (kanan) menerima vaksin, disaksikan sejumlah instansi terkait di Gudang Farmasi Kudus.

KUDUS-Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus telah menerima kucuran vaksin Covid-19 sebanyak 11.280 dosis, dan tengah disimpan di gudang farmasi milik Pemkab Kudus. Sebanyak 5.618 dosis diantaranya, diperuntukan tenaga kesehatan di Kudus.

‘’Tadi siang (Sabtu lusa) sudah kami ambil sejumlah 11.280 dan disimpan di gudang Farmasi Kudus,’’ kata Plt Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi.

Adapun proses penyalurannya, kata Andini dipercepat. Semula jadwal pelaksanaan vaksinasi di Kudus akan digelar awal pekan di bulan Februari mendatang, kini akan dimulai pada 25-28 Januari 2021 untuk tahap pertama.

Dengan demikian, pihaknya berharap program vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan pendukungnya di Kudus, akan tuntas diakhir pekan bulan ini,’’Kami menyambut baik percepatan ini,’’ ujar Andini.  

Dia menambahkan, pada tahap awal pelaksanaan vaksinasi, orang pertama yang akan divaksin adalah Plt Bupati Kudus, Hartopo, di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (25/1) hari ini. Pada hari yang sama, sejumlah pimpinan Forkopimda Kabupaten Kudus juga akan divaksin.

‘’Kemudian dilanjutkan tenaga kesehatan, anggota TNI-Polri dan yang lainnya,’’ jelasnya.

Adapun teknisnya, jelas Andini, tenaga kesehatan di Kudus nantinya akan divaksin sebanyak dua kali (sebagai booster), dengan jarak waktu penyuntikan dua pekan. Maka dia menargetkan, sampai akhir Februari 2021 mendatang program vaksinasi di Kudus sudah tuntas.

‘’Kami targetkan pada bulan Februari, vaksinasi ini sudah selesai,’’ tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus bakal menerima 5.520 dosis vaksin covid-19, dari Kementrian Kesehatan. Kendati demikian, jadwal penerimaannya belum diketahui secara pasti. Sedang DKK Kudus sudah menyiapkan logistik hingga sumber data manusia (SDM).

Plt Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi mengatakan, Pemkab Kudus siap menerima dan melaksanakan program vaksinasi covid-19. Logistik hingga sumber daya manusia (SDM) atau petugas vaksinasi, juga telah dipersiapkan. Termasuk lokasi kegiatan vaksinasi tersebut.

‘’Sasaran utama yang akan divaksin adalah tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit,’’ kata dr Andini.

Sedang teknis penerimaan vaksin, kata Andini, akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama yaitu sebanyak 2.760 vaksin, sisanya menunggu jadwal dari Kementrian Kesehatan. Sedangkan jadwal pelaksanaan vaksinasi, sesuai data kementrian yakni pada bulan Februari mendatang.

‘’Tahap pertama ini diprioritaskan untuk nakes,’’ jelasnya lagi. (han/gus)


Pemkab Rembang Mulai Vaksinasi Senin Besok

Sunday, January 24, 2021 Add Comment
PAKET:Ribuan dosis vaksin Covid-19 yang dikirim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tiba di Rembang pada Minghu (24/1) sore kemarin, diangkut menggunakan satu unit mobil khusus

REMBANG-Pemkab Rembang akan melaksanakan kick off atau launching vaksinasi pada Senin (25/1). Rencananya, Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat akan divaksin pada kesempatan perdana.

Humas Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya mengatakan kick off vaksinasi dilakukan Senin pukul 09.00 WIB di Puskesmas Rembang 1. Kegiatan vaksinasi juga akan disiarkan secara langsung di akun media sosial milik Pemkab Rembang.

"Kita sudah koordinasi dengan Satgas dan Dinkominfo. Akan disiarkan langsung streaming oleh Dinkominfo melalui Facebook Pemerintah Kabupaten Rembang," tuturnya.

Sebelum divaksin, Arief menjelaskan akan dilakukan screening terlebih dahulu oleh petugas medis terhadap calon yang akan disuntik vaksin. Jika memenuhi syarat maka akan divaksin.

Sebanyak 4 ribu vaksin sinovac telah diambil petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dengan pengawalan polisi pada hari Minggu (24/1). Vaksin diambil dengan menggunakan mobil vaksin khusus satu unit.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii  menyatakan alokasi vaksin di tahap pertama untuk Rembang ada 5.040 dosis. Namun Pemprov baru memberi 4 ribu dosis.

Vaksin yang sudah tiba tersebut akan diberikan kepada Forkompinda dan tokoh agama, tokoh masyarakat . Selebihnya akan disuntikkan ke tenaga kesehatan yang telah diverifikasi, setidaknya target selesai penyuntikan pertama tanggal 28 Januari 2021 sesuai edaran dari Pemprov.

"Masing-masing mendapatkan 2 dosis, pelaksanaannya dua kali. 14 hari kemudian disuntik lagi," ujarnya.

Adapun kekurangan alokasi vaksin masih menunggu Pemerintah Pusat yang nantinya diturunkan ke Pemprov. Setelah mendapatkan alokasi tambahan, maka Dinas Kesehatan Rembang akan kembali menyuntikkan vaksin tersebut ke nakes yang baru mendapatkan satu dosis.

Koordinator UGD Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soetrasno Rembang Sigit Eka Prasetyo menyambut baik kabar vaksin hari ini. Ia berharap tenaga kesehatan bisa segera mendapatkan vaksin sebagai garda depan pelayanan pasien covid-19, terlebih sudah banyak nakes yang terpapar bahkan ada beberapa sampai meninggal.

"Saya mohon vaksin segera didistribusikan terutama ke tenaga kesehatan, karena sudah banyak nakes yang jatuh sakit dan sudah ada yang meninggal. Saya berharap vaksin bisa segera diberikan ke tenaga kesehatan dan masyarakat yang memenuhi kriteria, " tandasnya.(sov)